BREAKING NEWS
Senin, 17 Agustus 2026

Geger Polemik Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu: Istana Minta Publik Jangan Terjebak 'Gorengan' Algoritma Media Sosial

Dharma - Senin, 17 Agustus 2026 12:04 WIB
Geger Polemik Upah Pengupas Bawang Rp700 Ribu: Istana Minta Publik Jangan Terjebak 'Gorengan' Algoritma Media Sosial
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi. (Foto: ANTARA/Livia Kristianti)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Istana merespons polemik pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram. Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi meminta masyarakat tidak terpaku pada satu atau dua kalimat dalam pidato Presiden.

Hasan mengajak publik melihat substansi dan gagasan besar yang disampaikan Prabowo dalam pidatonya.

"Kita pikirkan substansi dari pidato besar Presiden ya. Yang satu kalimat, dua kalimat digoreng itu saya rasa kita harus belajar untuk tidak terfokus. Itu algoritma juga itu," ujar Hasan di Istana, Jakarta, Senin (17/8/2026).

Baca Juga:

Menurut Hasan, masyarakat sebaiknya tidak menjadikan satu pernyataan sebagai fokus utama ketika menilai keseluruhan pidato Presiden. Ia menilai gagasan yang lebih besar dalam pidato Prabowo perlu menjadi perhatian.

"Satu kalimat, dua kalimat, tapi pikirkan substansi besar dan gagasan besar dari pidato Presiden. Sebaiknya seperti itu," imbuhnya.

Pernyataan tersebut disampaikan Hasan setelah ucapan Prabowo mengenai upah pengupas bawang ramai diperbincangkan di media sosial.

Polemik bermula dari pernyataan Prabowo yang menyebut upah buruh pengupas bawang sebesar Rp700 ribu per kilogram. Pernyataan itu kemudian mendapat perhatian publik karena dianggap berbeda dengan pengakuan sejumlah pekerja pengupas bawang di lapangan.

Salah satunya Nurliah (50), pedagang sayur dan bumbu dapur di Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar, Sulawesi Selatan. Ia mengaku tertarik dengan besaran upah tersebut dan bahkan bersedia mengambil pekerjaan itu apabila memang tersedia.

"Di mana? Kalau ada, saya juga mau," kata Nurliah saat ditemui di Pasar Pa'baeng-baeng, dikutip dari Tribun Timur, Minggu (16/8/2026).

Nurliah mengaku tidak asing dengan pekerjaan mengupas bawang. Selain berjualan, ia terkadang menerima pekerjaan sampingan sebagai buruh pengupas bawang.

Ia mengatakan pernah menerima bayaran Rp100 ribu untuk mengupas sekitar 25 kilogram bawang.

"Waktu saya dulu makkupas, Rp100.000 untuk 25 kilogram. Jadi kalau satu kilogram berarti Rp2.500," ujarnya.

Perbedaan angka tersebut kemudian memicu perbincangan di ruang publik mengenai besaran upah pekerja pengupas bawang serta konteks pernyataan yang disampaikan Presiden.

Istana melalui Hasan Nasbi memilih menekankan agar publik melihat keseluruhan substansi pidato Presiden, bukan hanya bagian tertentu yang kemudian menjadi perbincangan di media sosial.* (k/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Dari Pontianak hingga Kupang, Wajah Keberagaman Indonesia dalam Tim Paskibraka 'Indonesia Berdaulat'
Tiga Menit Hening dan Berdiri Tegap, Begini Cara Warga RI Diajak Rayakan Detik-detik Proklamasi
Satu Mobil Empat Presiden: Kisah Mercy Kepresidenan dari Soeharto sampai Gus Dur di Pameran Istana
Gibran Kukuhkan 76 Paskibraka Nasional, Julita dari Kaltim Bawa Bendera saat Ikrar Putra Indonesia
Hubungan RI-AS Berkembang Pesat, Prabowo Terima Wamenhan AS Colby di Istana Merdeka
"Insya Allah Hadir," Jokowi Pastikan Datang ke Sidang Tahunan MPR dan Upacara HUT RI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru