BREAKING NEWS
Senin, 17 Agustus 2026

Pesangon Tak Kunjung Cair, Ratusan Eks Karyawan Pabrik Sritex: Kami Belum Merdeka

Adelia Syafitri - Senin, 17 Agustus 2026 18:16 WIB
Pesangon Tak Kunjung Cair, Ratusan Eks Karyawan Pabrik Sritex: Kami Belum Merdeka
Ratusan mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex menggelar upacara peringatan HUT ke-81 RI di kompleks bekas pabrik Sritex, Jalan KH Samanhudi, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, 17 Agustus 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SUKOHARJO — Ratusan mantan karyawan PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex menggelar upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di kompleks bekas pabrik Sritex, Jalan KH Samanhudi, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin, 17 Agustus 2026.

Upacara tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap Hari Kemerdekaan Indonesia.

Para eks pekerja juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyuarakan tuntutan pembayaran pesangon yang hingga kini belum mereka terima.

Baca Juga:

Para mantan karyawan menilai hak-hak mereka setelah pemutusan hubungan kerja (PHK) belum sepenuhnya diselesaikan.

Karena itu, mereka menganggap makna kemerdekaan belum sepenuhnya dirasakan selama hak pekerja masih belum dibayarkan.

Ketua Solidaritas sekaligus koordinator aksi, Agus Wicaksono, mengatakan upacara sengaja digelar sebagai sarana menyampaikan keresahan para mantan pekerja Sritex.

"Ini sebenarnya bentuk kekesalan kami yang kami bungkus dalam upacara. Tuntutan kami agar proses pemberesan dan pembayaran pesangon segera dipercepat. Hak-hak kami masih tersandera, sehingga kami belum merdeka, tanda kutip," kata Agus, Senin, 17 Agustus 2026.

Agus mengatakan para mantan karyawan Sritex masih menunggu kepastian pembayaran hak mereka setelah terkena PHK.

Momentum HUT ke-81 RI digunakan para eks pekerja untuk kembali mengingatkan bahwa perjuangan mendapatkan pesangon belum berakhir.

"Kami dari eks karyawan Sritex menggelar upacara 17 Agustus sebagai bentuk kecintaan kepada negeri. Kedua, kami ingin menginformasikan kepada dunia bahwa kami masih ada dan tetap menunggu pesangon yang belum dibayarkan," ujarnya.

Menurut Agus, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebasnya Indonesia dari penjajahan.

Bagi para mantan pekerja, pemenuhan hak setelah bertahun-tahun bekerja juga menjadi bagian dari makna kemerdekaan.

Karena itu, upacara bendera di kompleks bekas pabrik Sritex memiliki pesan tersendiri.

Selain mengibarkan Merah Putih, para eks pekerja membawa tuntutan agar penyelesaian aset perusahaan dan pembayaran pesangon segera dipercepat.

Agus juga mendesak kurator mempercepat proses pemberesan aset Sritex agar hak para mantan karyawan dapat segera dibayarkan.

Menurut dia, ketidakpastian pembayaran pesangon telah berlangsung cukup lama dan berdampak terhadap kehidupan para eks pekerja.

"Sudah banyak teman-teman kami yang meninggal dalam penantian pesangon yang belum cair," katanya.

Ia berharap proses pemberesan aset Sritex segera dituntaskan sehingga pembayaran pesangon kepada mantan pekerja tidak kembali tertunda.

Upacara tersebut sekaligus menjadi ruang bagi para mantan pekerja untuk menunjukkan bahwa mereka masih memperjuangkan haknya.

Agus mengatakan keberadaan eks karyawan Sritex selama ini seolah tidak mendapatkan perhatian yang cukup.

"Eks buruh Sritex masih ada. Selama ini kami seperti tidak dianggap dan diabaikan, baik oleh negara maupun kurator. Karena itu kami tetap meneriakkan bahwa kami masih ada," tegasnya.

Para eks pekerja berharap tuntutan mereka tidak berhenti sebagai aspirasi.

Mereka meminta adanya langkah konkret untuk menyelesaikan hak-hak pekerja setelah hubungan kerja berakhir.

Agus berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi seremoni tahunan.

Menurut dia, momentum tersebut juga dapat menjadi pengingat untuk menyelesaikan persoalan masyarakat, termasuk hak para pekerja.

Bagi eks karyawan Sritex, kemerdekaan memiliki arti yang berkaitan langsung dengan kepastian pemenuhan hak setelah PHK.

"Bagi kami, kemerdekaan itu ketika hak-hak kami sudah diselesaikan. Selama hak kami masih tersandera, kami merasa belum merdeka," pungkas Agus.

Upacara HUT ke-81 RI di kompleks bekas pabrik Sritex itu akhirnya menjadi ruang bagi ratusan mantan pekerja untuk menyampaikan tuntutan secara terbuka.

Mereka masih menunggu kepastian pembayaran pesangon dan mendesak proses pemberesan aset perusahaan segera diselesaikan agar hak para eks karyawan dapat dibayarkan.* (km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Diapit Jokowi dan Gibran Saat Upacara HUT ke-81 RI, Istana: Bestie
Presiden Prabowo Pimpin Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Istana Merdeka
Panjat Pinang di Sungai Deli Meriahkan HUT RI, Rico Waas: Semangat Juang Luar Biasa
Gubernur Aceh Mualem Absen di Upacara HUT RI, Ada Apa?
Renungan Suci di TMP Tanjungbalai, Pemko Ajak Generasi Muda Lanjutkan Perjuangan Pahlawan
Nyala Obor Terangi Tanjungbalai, Wali Kota Mahyaruddin Pimpin Pawai Sambut HUT RI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru