BREAKING NEWS
Jumat, 21 Agustus 2026

Lima Hari Pascagempa, Total Bantuan Tembus 253 Ton Sementara Korban Bertambah Jadi 202 Orang

Administrator - Rabu, 19 Agustus 2026 09:05 WIB
Lima Hari Pascagempa, Total Bantuan Tembus 253 Ton Sementara Korban Bertambah Jadi 202 Orang
Pemerintah kembali mengirim bantuan logistik untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur pada hari kelima pascabencana, Rabu (19/8/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pemerintah kembali mengirim bantuan logistik untuk warga terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada hari kelima pascabencana, Rabu (19/8/2026). Sebanyak lima pesawat diberangkatkan membawa total 65 ton logistik.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah mempercepat penanganan bencana di NTT. Dengan tambahan bantuan hari ini, total logistik yang telah dikirim sejak hari pertama mencapai 253 ton.

"Atas perintah Bapak Presiden, hari ini, hari kelima pascabencana, tanggal 19 Agustus 2026, jam 04.00 pagi, kembali diberangkatkan 5 pesawat menuju NTT. Hari ini total membawa 65 ton logistik. Jadi sejak hari pertama 27 ton, sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik, baik itu makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan oleh warga terdampak di NTT," kata Teddy di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, seperti ditayangkan YouTube Setpres, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga:

Seluruh bantuan tersebut akan terlebih dahulu dikumpulkan di dua posko yang berada di Labuan Bajo dan Maumere. Dari kedua posko itu, bantuan kemudian didistribusikan ke sejumlah wilayah yang terdampak gempa.

Teddy menjelaskan posko Labuan Bajo akan menjadi titik distribusi untuk wilayah Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara posko di Maumere akan menyalurkan bantuan ke wilayah Sikka, Ende, dan Nagekeo.

"Kemudian yang kedua, di sana poskonya ada dua, pertama di Labuan Bajo, kemudian yang kedua di Maumere. Di Labuan Bajo itu logistik yang di sana akan didorong ke kabupaten lainnya, di Manggarai, Manggarai Barat Timur, kemudian di Ngada. Kemudian di posko 2, di Maumere, di sana akan didorong ke Sikka, Ende, kemudian Nagekeo," ujarnya.

Pendistribusian bantuan dilakukan melalui jalur udara, laut, dan darat. Sejumlah helikopter dan pesawat Casa digunakan untuk mengangkut logistik ke wilayah yang membutuhkan.

Selain itu, tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut telah berada di lokasi, bersama satu kapal rumah sakit untuk mendukung penanganan warga terdampak.

"Nah, semua logistik tadi itu menggunakan jalur udara, lewat helikopter, kemudian pesawat Casa, pesawat yang lebih kecil. Kemudian yang kedua, lewat laut, ada tiga KRI TNI AL yang sudah di sana, kemudian satu kapal rumah sakit berlabuh di sana, kemudian juga melalui jalur darat. Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua," kata Teddy.

Pemerintah terus memantau proses penanganan bencana agar distribusi bantuan dapat berlangsung cepat dan kebutuhan masyarakat segera terpenuhi.

"Kemudian yang ketiga, pemerintah terus memantau penanganan bencana di sana, sehingga diharapkan pelaksanaan penanganan dapat berjalan cepat, seluruh logistik dapat secepat mungkin diterima oleh masyarakat," tambahnya.

Teddy juga menyampaikan apresiasi kepada aparat, warga, relawan, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan gempa di NTT. Ia berharap proses penanganan dan distribusi bantuan dapat berjalan lancar.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Lewat QR Code di Panggung Kesenian Rakyat, Danantara Himpun Donasi Rp2,16 Miliar untuk Korban Gempa NTT
Rumah Rusak Ringan Dapat Rp15 Juta, Rusak Berat Dibangunkan Huntap, Ini Skema Bantuan BNPB untuk Korban Gempa NTT
Demi Kepastian Hukum, Pemko dan DPRD Medan Rombak Propemperda 2026 lewat Rapat Paripurna
Bupati Batu Bara Apresiasi Paskibraka pada Malam Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 RI
Guru yang Tidak Pernah Selesai Belajar, Kunci Masa Depan Pendidikan Indonesia
TNI Bantah Isu Aceh Berlakukan Darurat Operasi Militer Mulai 1 September 2026
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru