Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Jadi, hari ini adalah satu garis awal bahwa modernisasi pesawat transport yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara, C-130, merupakan hal yang pertama kita angkat bahwa kita sudah berdiri di atas kaki kita sendiri di dalam modernisasi alat angkut transportasi," ucap Sjafrie.
Selama ini, kata Sjafrie, Indonesia mendapatkan asistensi dari Lockheed Martin, perusahaan teknologi kedirgantaraan dan pertahanan asal Amerika Serikat, dalam pemeliharaan serta modernisasi pesawat C-130 Hercules.
Sjafrie mengatakan kemampuan yang telah dibangun tidak akan berhenti pada pesawat Hercules.
Pemerintah ingin kemampuan pemeliharaan pesawat transportasi lainnya milik TNI AU juga dapat dilakukan di Indonesia.
"Itu akan dipelihara oleh negara kita sendiri dan menggunakan tenaga teknis dari putra-putra bangsa yang sudah kita persiapkan," ujar dia.
Menurut Sjafrie, penguatan kemampuan industri dalam negeri penting untuk mendukung kebutuhan pertahanan Indonesia.
Selain mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar, kemampuan tersebut juga diharapkan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan industri dirgantara nasional.
Dalam pengembangan tersebut, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga akan mengambil bagian dalam modernisasi pesawat TNI AU.
Sjafrie mengatakan hasil modernisasi yang dilakukan PTDI ditargetkan dapat diluncurkan pada tahun depan.
"Kalau hari ini kita lihat di Garuda melalui GMF, tapi nanti tahun depan kita akan melakukan suatu peluncuran dari hasil modernisasi PTDI," ujar Sjafrie.
Dengan bertambahnya armada pesawat angkut dan pesawat tempur serta penguatan kemampuan MRO di dalam negeri, pemerintah berupaya membangun sistem pertahanan yang tidak hanya mengandalkan pengadaan alutsista, tetapi juga ditopang kemampuan industri nasional.* (km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.