Kerap Disiksa Bibi, Dua Bocah di Dairi Kini Jalani Perawatan dan Trauma Healing
DAIRI Dua bocah berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh bibinya yang berinisial RS, 52 tahu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI merespons kabar negara tetangga yang disebut mengirim nota keberatan akibat dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Pemerintah menegaskan fokus utama saat ini adalah menangani karhutla dari sumbernya.
Juru Bicara Kemenlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan pemerintah terus mengambil langkah konkret untuk mengendalikan kebakaran dan mengurangi dampaknya, terlepas dari ada atau tidaknya nota keberatan dari negara lain.
"Terlepas dari ada atau tidaknya keberatan dari pihak manapun, Pemerintah Indonesia terus mengambil langkah konkret menangani karhutla pada sumbernya," kata Nabyl dalam keterangannya, Sabtu (22/8/2026).Baca Juga:
Sejumlah langkah telah dilakukan pemerintah, mulai dari memperkuat kesiapsiagaan, patroli dan pemadaman darat, pengerahan water bombing, operasi modifikasi cuaca, pemantauan titik panas hingga penegakan hukum.
Nabyl menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan karhutla beserta potensi dampaknya terhadap negara-negara sekitar, termasuk Malaysia dan Singapura.
"Pemerintah Indonesia terus mengikuti secara saksama perkembangan kebakaran hutan dan lahan dan dampaknya, dan mengambil berbagai langkah pencegahan dan penanganan terpadu untuk meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut Indonesia telah beberapa kali menerima nota protes dari negara tetangga akibat dampak asap karhutla.
Puan meminta pemerintah tidak menunggu hingga negara sahabat kembali menyampaikan keberatan. Menurutnya, karhutla harus segera ditangani karena dampaknya telah menyentuh berbagai sektor kehidupan masyarakat.
"Beberapa kali kita pernah mendapat nota protes dari negara tetangga akibat dampak karhutla. Jangan menunggu sampai negara sahabat kembali melayangkan keberatannya karena karhutla tidak cepat diselesaikan," ujar Puan dalam siaran pers, Jumat (21/8/2026).
Puan juga mendorong penegakan hukum terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran hingga menimbulkan dampak luas.
Menurut dia, setiap titik api perlu segera ditelusuri untuk mengetahui pihak yang bertanggung jawab. Karhutla dinilai tidak hanya berdampak terhadap kesehatan dan pendidikan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat.
"Setiap titik api harus diketahui siapa yang bertanggung jawab. Selain merugikan dari sisi kesehatan dan pendidikan anak-anak sekolah, karhutla juga menyebabkan sejumlah aktivitas ekonomi masyarakat terganggu," tutur Puan.
DAIRI Dua bocah berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, diduga menjadi korban kekerasan fisik oleh bibinya yang berinisial RS, 52 tahu
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Agus SantosoKREDIT Mikro 8 dan Tantangan Membangun Ekosistem Pembiayaan InklusifTerbitnya PerMenKo No. 7 Tahun 2026 tentang Kredit Pe
OPINI
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mendorong kepengurusan baru Karang Taruna Sumatera Utara agar semakin solid, tertib, dan aktif
PEMERINTAHAN
MEDAN Ribuan jajaran Pemerintah Kota Medan larut dalam suasana penuh kegembiraan saat mengikuti Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan Republ
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan kepedulian sosial dalam membangun Kota Medan
PEMERINTAHAN
KUPANG Presiden Prabowo Subianto batal meninjau langsung korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (22/8/2026).
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang masuk melalui jalur penerimaa
NASIONAL
BINJAI DPD Brigade Kartini AMPI Kota Binjai bersama DPD AMPI Kota Binjai menggelar Gebyar Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Tribun M
NASIONAL
BANDA ACEH Polresta Banda Aceh menetapkan pria berinisial MA (32), warga Kecamatan Ulee Kareng, sebagai tersangka dalam kasus dugaan keker
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Semangat kemerdekaan Republik Indonesia akan kembali terasa meriah di Kabupaten Batu Bara. Dalam rangka memperingati Hari Ulan
NASIONAL