Mahasabha XIII PHDI Digelar di Jakarta, Masa Depan Umat Hindu hingga Indonesia Emas 2045 Dibahas
JAKARTA Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tahun 2026 resmi dibuka di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (8/10/2026). For
NASIONAL
JAKARTA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan pada Agustus 2026 tidak hanya mengancam lingkungan.
Asap yang dihasilkan juga meningkatkan risiko kesehatan bagi masyarakat, termasuk pekerja yang tetap harus menjalankan aktivitas di tengah kualitas udara yang buruk.
Pemerintah pada 21 Agustus 2026 mengerahkan 12.880 personel gabungan untuk menangani karhutla di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.Baca Juga:
Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.700 personel ditempatkan di Kalimantan Tengah.
Di sejumlah wilayah, dampak karhutla tidak lagi hanya terlihat dari banyaknya titik panas.
Asap mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan persoalan kesehatan akibat paparan polutan udara.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai perlindungan bagi pekerja yang harus beraktivitas di tengah kabut asap.
Pemerhati Ketenagakerjaan Dani Satria mengatakan perlindungan terhadap pekerja perlu menjadi perhatian ketika kualitas udara berada pada tingkat yang tidak sehat.
Ia mencontohkan pekerja konstruksi, petugas kebersihan, kurir, pengemudi, pekerja perkebunan, hingga pekerja lapangan yang setiap hari berada di luar ruangan dan menghirup udara yang sama dengan masyarakat lainnya.
"Bagaimana dengan pekerja yang bernaung di institusi formal yang harus menghabiskan berjam-jam di lingkungan yang sama? Misalnya seorang pekerja konstruksi, petugas kebersihan, kurir, pengemudi, pekerja perkebunan hingga pekerja lapangan yang menghirup udara tercemar asap Karhutla yang sama," kata Dani di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (22/08/2026).
Menurut Dani, perusahaan dan pemerintah perlu mengambil langkah untuk menekan paparan asap terhadap pekerja.
Perlindungan, kata dia, tidak semestinya hanya berupa imbauan menggunakan masker.
Ketika kualitas udara mencapai kategori tidak sehat hingga berbahaya, perusahaan dapat mempertimbangkan sejumlah langkah, seperti mengurangi pekerjaan di luar ruangan, mengubah jam kerja, melakukan rotasi pekerja, hingga memindahkan pekerjaan ke lokasi yang lebih aman.
Untuk jenis pekerjaan tertentu yang memungkinkan dilakukan secara jarak jauh, Dani menilai kebijakan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dapat menjadi salah satu pilihan.
"Tentu tidak semua pekerjaan dapat dilakukan dari rumah. Petugas kesehatan, pemadam kebakaran, aparat penanggulangan bencana, petugas utilitas dan berbagai layanan esensial tetap harus bekerja. Namun, ketidakmungkinan menerapkan WFH kepada sebagian pekerja tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan perlindungan bagi seluruh pekerja. Yang diperlukan adalah kebijakan berbasis tingkat Risiko," imbuh Dani.
Dani mengatakan kebijakan kerja perlu menyesuaikan tingkat risiko akibat kualitas udara.
Ketika kondisi udara mulai tidak sehat, aktivitas di luar ruangan dapat dikurangi untuk menekan paparan asap.
Sementara ketika kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat atau berbahaya, pekerjaan luar ruang yang tidak mendesak dinilai dapat dihentikan sementara.
Adapun pekerjaan yang memungkinkan dikerjakan secara jarak jauh dapat dialihkan ke rumah.
Menurut dia, pendekatan tersebut tidak berarti menghentikan aktivitas ekonomi.
WFH justru dapat digunakan sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kesehatan pekerja ketika kondisi lingkungan tidak memungkinkan untuk bekerja secara normal.
Kebijakan serupa sebelumnya diterapkan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dengan mengarahkan kegiatan belajar dilakukan dari rumah hingga kualitas udara kembali berada dalam kondisi baik atau sehat.
Kebijakan tersebut menunjukkan bahwa perubahan pola aktivitas dapat dilakukan ketika kondisi lingkungan dinilai tidak aman bagi masyarakat.
Dalam konteks ketenagakerjaan, prinsip yang sama dapat dipertimbangkan dengan menyesuaikan jenis pekerjaan dan tingkat risikonya.
Dengan begitu, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga memastikan masyarakat dan pekerja tetap mendapatkan perlindungan dari dampak asap.* (ad)
JAKARTA Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Tahun 2026 resmi dibuka di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (8/10/2026). For
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas membuka peluang investasi dan perdagangan yang lebih luas dengan Malaysia. Hal itu disampai
EKONOMI
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meninjau penyelesaian pembangunan Stadion Teladan dan menemukan sejumlah bagian yang masih
PEMERINTAHAN
JAKARTA Istana membantah isu adanya upaya menyingkirkan orangorang Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) dari pemerintahan Presiden Prabo
POLITIK
MEDAN Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin alias Ondim disebut sudah mengetahui keberadaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Partai Golkar telah menetapkan Presiden Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) yang akan didukung pada Pilpres 2029. Nam
POLITIK
MEDAN Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial RS yang diduga menjadi kurir narkotika ja
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan menghadirkan tiga saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan pencemaran nama baik, fitnah, dan pela
NASIONAL
JAKARTA Mantan Ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Hery Susanto membantah menerima uang dari Agung Winarno dalam perkara dugaan tinda
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh bersama TNI dan Pemerintah Aceh mematangkan kesiapan pengamanan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi KeII Tahu
NASIONAL