BREAKING NEWS
Selasa, 25 Agustus 2026

Dari Ploso hingga Aceh, Sederet Ulama Sepuh Ramaikan Bursa AHWA Penentu Rais Aam NU 2026-2031

gusWedha - Selasa, 25 Agustus 2026 20:39 WIB
Dari Ploso hingga Aceh, Sederet Ulama Sepuh Ramaikan Bursa AHWA Penentu Rais Aam NU 2026-2031
Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ubaidillah juga sempat memberikan klarifikasi mengenai isu persyaratan calon AHWA yang disebut berasal dari PWNU Jawa Tengah. Ia menegaskan gagasan tersebut bukan berasal dari Syuriyah PWNU Jawa Tengah.

Sementara itu, nama KH Said Aqil Siradj juga tidak dapat dilepaskan dari perjalanan NU modern. Mantan Ketua Umum PBNU dua periode tersebut dikenal sebagai intelektual Muslim yang banyak berbicara tentang Islam, kebangsaan, toleransi dan hubungan agama dengan kebudayaan Nusantara.

KH Ma'ruf Amin juga menjadi salah satu ulama senior NU yang memiliki pengalaman panjang di organisasi keagamaan maupun pemerintahan. Ia pernah menjabat Rais Aam PBNU, Ketua Umum MUI, anggota Dewan Pertimbangan Presiden hingga Wakil Presiden RI periode 2019-2024.

Menjelang Muktamar, Ma'ruf Amin turut menyerukan pentingnya menjaga marwah AHWA. Dalam pertemuan kiai sepuh pada 20 Agustus 2026, ia mengingatkan agar Muktamar tidak dicederai mobilisasi politik maupun kepentingan tertentu.

Dari Sumatera Utara, terdapat nama Syekh KH Ali Akbar Marbun, pengasuh Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Medan. Ia memiliki pengalaman panjang di dunia pesantren dan pernah dipercaya menjadi anggota AHWA pada Muktamar ke-33 NU di Jombang pada 2015.

Dari Aceh, muncul nama Tgk KH Nurruzahri yang dikenal sebagai Walid NU sekaligus pengasuh Dayah Ummul Ayman Samalanga. Kehadirannya mencerminkan keterwakilan tradisi dayah Aceh dalam dinamika kepemimpinan NU tingkat nasional.

Sementara dari Kalimantan, terdapat nama KH Ali Kholil, pengasuh Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan sekaligus Rais Syuriyah PWNU Kalimantan Timur. Ia juga dikenal mendorong penguatan kemandirian ekonomi bagi pesantren dan lembaga sosial Islam.

Dinamika AHWA menjelang Muktamar ke-35 semakin menghangat. Sejumlah PWNU dan PCNU telah menyampaikan usulan nama ulama yang dinilai layak menjadi bagian dari sembilan anggota AHWA.

PWNU Jawa Timur, misalnya, sebelumnya menghimpun sejumlah nama masyayikh dari berbagai daerah sebelum mengerucut menjadi daftar usulan. Kondisi tersebut menunjukkan nama-nama yang beredar saat ini belum dapat dianggap sebagai komposisi final AHWA.

Pada saat yang sama, suara yang meminta agar proses AHWA terbebas dari intervensi dan transaksi juga menguat. Sejumlah kalangan NU menilai mekanisme tersebut harus menjadi forum yang mengedepankan ilmu, integritas, kapasitas dan kemaslahatan organisasi.

Panitia Muktamar juga menyiapkan Ndalem Kasepuhan KH Abdul Wahab Chasbullah di kompleks Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas sebagai lokasi musyawarah AHWA. Nantinya, sembilan kiai yang terpilih akan bermusyawarah untuk menentukan Rais Aam PBNU masa khidmah 2026-2031.

Pemilihan lokasi tersebut memiliki nilai historis karena berkaitan dengan KH Abdul Wahab Chasbullah, salah satu pendiri NU. Ndalem tersebut diharapkan menjadi tempat berlangsungnya musyawarah penting dalam suasana yang tetap menjunjung tradisi keulamaan.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Idul Adha, Momentum Menyembelih Sifat Kebinatangan demi Meraih Derajat Takwa
Polisi Ungkap Menantu Diduga Otaki Pembunuhan Lansia di Pekanbaru, Aksi Sadis Terekam CCTV
Aceh Utara Terima Bantuan Daging Meugang Rp 19,5 Miliar dari Presiden Prabowo, Bupati Ayahwa Pastikan Distribusi Tepat Sasaran
Kronologi Mahasiswi UIN Suska Dibacok Pacar Jelang Sidang Skripsi, Korban Kini Stabil
Puasa Tidak Hanya Menahan Lapar, Tapi Bisa Latih Hati dan Kendalikan Amarah
Bupati Aceh Utara: Tumpukan Kayu 13 Hektare Jadi Pemicu Parahnya Banjir
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru