BREAKING NEWS
Selasa, 08 September 2026

Dr. Munawar Ibrahim Nahkodai ICMI Pidie Jaya, Taqwaddin Ajak Sumbang Pikir untuk Kemajuan Daerah

T.Jamaluddin - Selasa, 08 September 2026 07:18 WIB
Dr. Munawar Ibrahim Nahkodai ICMI Pidie Jaya, Taqwaddin Ajak Sumbang Pikir untuk Kemajuan Daerah
Ketua ICMI Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, SJ, SE, MS, melantik kepengurusan ICMI Pidie Jaya periode 2026–2031, Senin malam, 7 September 2026, di Aula Bappeda Pidie Jaya. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEUREUDU — Dr. Munawar Ibrahim resmi dilantik sebagai Ketua Majelis Pengurus Daerah Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kabupaten Pidie Jaya periode 2026–2031.

Pelantikan berlangsung pada Senin malam, 7 September 2026, di Aula Bappeda Pidie Jaya.

Ketua ICMI Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, SJ, SE, MS, secara langsung melantik kepengurusan ICMI Pidie Jaya periode tersebut.

Baca Juga:

Pelantikan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan ICMI di Kabupaten Pidie Jaya.

Kepengurusan baru diharapkan tidak hanya menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga mampu melahirkan gagasan yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.


Tradisi intelektual, nilai keislaman dan kepentingan masyarakat menjadi pijakan utama yang diharapkan terus dijaga oleh kepengurusan ICMI Pidie Jaya.

Panitia Pelaksana Pelantikan, Teuku Syakur, S.Pd, mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat semangat kebersamaan para pengurus.

Menurut dia, seluruh biaya pelantikan berasal dari solidaritas pengurus ICMI Pidie Jaya.

Ketua ICMI Aceh, Dr. Taqwaddin, mengatakan pelantikan tersebut merupakan momentum penting bagi ICMI Pidie Jaya.

Ia meminta pengurus tidak berkecil hati meskipun Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya tidak dapat menghadiri agenda pelantikan.

Menurut Taqwaddin, soliditas internal organisasi menjadi hal yang lebih penting dalam menjalankan amanah kepengurusan.

"Selamat kepada Dr. Munawar Ibrahim dan seluruh pengurus ICMI Pidie Jaya periode 2026–2031," ujar Taqwaddin.

Ia berharap kepengurusan baru mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan Pidie Jaya.

Di hadapan pengurus ICMI Pidie Jaya, Taqwaddin kemudian menekankan tiga hal yang menurut dia menjadi kunci dalam menjalankan sebuah organisasi, yakni komunikasi, konsultasi dan koordinasi.

Ketiga hal tersebut, kata dia, harus berjalan secara bersamaan agar organisasi dapat bekerja secara efektif.

"Kalau ini sudah lancar, yang lain tinggal ikut saja," katanya.

Taqwaddin yang juga merupakan Hakim Tinggi Ad Hoc Tipikor menilai ICMI bukan organisasi yang sulit dikelola.

Alasannya, para pengurus ICMI dinilai memiliki kapasitas dan kondisi ekonomi yang cukup mapan.

Karena itu, kemapanan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai modal pribadi.

Para pengurus didorong mengubahnya menjadi kekuatan intelektual dan sosial yang dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala itu juga mengatakan kepemimpinan ICMI tidak harus selalu berada di tangan seorang pejabat.

Menurut Taqwaddin, seluruh kader memiliki peluang yang sama untuk memimpin ICMI Pidie Jaya pada masa mendatang.

Ia juga menegaskan posisi ICMI dalam hubungannya dengan pemerintah.

ICMI, kata Taqwaddin, bukan organisasi yang berada di bawah pemerintah, tetapi juga bukan organisasi yang mengambil posisi sebagai oposisi.

Lebih lanjut Kata Taqwaddin, ICMI bukan organisasi underbow pemerintah, namun juga bukan oposisi pemerintah.

ICMI hadir sebagai mitra intelektual yang memberikan sumbang pikir, gagasan dan kritik konstruktif bagi pembangunan daerah.

Karena itu, keberadaan ICMI diharapkan dapat menjadi jembatan antara gagasan para cendekiawan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Taqwaddin berharap ICMI Pidie Jaya di bawah kepemimpinan Dr. Munawar Ibrahim mampu menjadi ruang berkumpulnya gagasan dan pemikiran para cendekiawan untuk mendorong Pidie Jaya menjadi daerah yang semakin maju dan memiliki daya saing.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Selasa 8 September 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Dana Desa Rp 40 T Disisihkan Buat Utang Koperasi, Menkeu Purbaya: Jangan Sampai Masuk Penjara
Prabowo Nilai Respons Penanganan Bencana Makin Cepat, Anggaran Mitigasi Akan Ditambah
Rentetan Bencana Hantam Indonesia, Bagaimana Dampaknya terhadap Ekonomi Nasional?
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Bencana Ditambah, Kapal Induk hingga Drone Disiapkan
Jaket Hilang Jadi Awal Terbongkarnya Aksi Pencurian di Kajhu, Tersangka Akui Bobol Dua Rumah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru