BREAKING NEWS
Rabu, 09 September 2026

PHE NSO Restorasi Lahan Kritis di Aceh Utara untuk Pulihkan Habitat Gajah

T.Jamaluddin - Rabu, 09 September 2026 12:45 WIB
PHE NSO Restorasi Lahan Kritis di Aceh Utara untuk Pulihkan Habitat Gajah
PHE NSO bersama LPLHa menjalankan program konservasi di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH UTARA — Menyempitnya kawasan hutan membuat ruang jelajah gajah di lanskap Cot Girek, Aceh Utara, semakin terbatas.

Kondisi ini menyebabkan habitat, jalur pergerakan, dan ruang mencari pakan satwa tersebut semakin beririsan dengan aktivitas masyarakat.

Situasi itu menjadi salah satu tantangan dalam upaya menjaga keberlangsungan populasi gajah sekaligus mengurangi potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

Baca Juga:

Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) bersama Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan Hak Asasi Manusia (LPLHa) menjalankan program konservasi di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara.

Program tersebut mencakup mitigasi konflik manusia dan satwa liar, pengembangan Biodiversity Camp Center, serta restorasi lahan kritis.

Kegiatan ini diarahkan untuk membantu memulihkan ekosistem dan menjaga keanekaragaman hayati di lanskap Cot Girek, termasuk mendukung ruang jelajah gajah.

Selain restorasi, para pihak menyusun peta jalan penyelesaian konflik manusia dan gajah.

Peta jalan tersebut diharapkan menjadi acuan dalam pengelolaan kawasan secara berkelanjutan.

PHE NSO bersama sejumlah pemangku kepentingan meresmikan Biodiversity Camp Center di Gampong Peureupok, Kecamatan Paya Bakong, pada akhir Agustus 2026.

Fasilitas tersebut dikembangkan untuk memperkuat edukasi, pemantauan, dan kolaborasi dalam kegiatan konservasi di kawasan Cot Girek.

Program ini melibatkan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, LPLHa, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh Utara, M. Nasir, mengatakan kolaborasi menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan.

"Aspek kolaborasi sangat penting dalam upaya melakukan restorasi dan menjaga hutan. Masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan juga memiliki peran penting dalam memastikan perlindungan lingkungan," ujar Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Aceh Utara, M. Nasir pada saat meresmikan Biodiversity Camp Center Agustus yang lalu di Gampong Peurupok, Kec. Paya Bakong.

Menurut M. Nasir, kawasan hutan memiliki fungsi yang lebih luas.

Selain menjadi habitat flora dan fauna, hutan juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sekitarnya.

"Kawasan ini bukan sekadar menjadi habitat berbagai satwa seperti gajah dan tumbuhan, tetapi juga ruang kehidupan masyarakat di lokasi. Karena itu, keseimbangan harus dijaga bersama," ujar M. Nasir.

PHE NSO dan LPLHa telah menjalankan program konservasi tersebut sejak 2023.

Sejumlah kegiatan dilakukan, antara lain patroli dan mitigasi konflik manusia dengan satwa liar.

Program tersebut juga mencakup pengembangan Biodiversity Camp Center dan restorasi lahan melalui penanaman pohon dengan melibatkan masyarakat serta petani lokal.

Field Manager PHE NSO Riski Kushardani mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program konservasi.

"Penanaman pohon merupakan langkah nyata untuk memperkuat pemulihan ekosistem dan menjaga habitat berbagai satwa di kawasan tersebut," ujarnya.

PHE NSO secara berkelanjutan melakukan penanaman berbagai jenis pohon endemik yang dipilih untuk mendukung keanekaragaman hayati di lanskap Cot Girek.

Penanaman tersebut diharapkan membantu memulihkan habitat dan memperkuat ruang jelajah satwa liar, termasuk gajah.

"Pengelolaan keanekaragaman hayati tidak dapat hanya berfokus pada perlindungan satwa. Upaya tersebut juga harus berjalan seiring dengan perlindungan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat," ungkap Riski.

Melalui kerja sama pemerintah, perusahaan, lembaga konservasi, dan masyarakat, restorasi lanskap Cot Girek diharapkan tidak berhenti pada pemulihan lahan kritis.

Program tersebut juga diarahkan untuk membangun keseimbangan antara kelestarian ekosistem dan kehidupan masyarakat.

PT Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PHE NSO) merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 (Pertamina Hulu Rokan Zona 1).

PHE NSO menjalankan kegiatan eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi di lepas pantai timur laut Sumatera, tepatnya di Selat Malaka, Provinsi Aceh.

Basis dukungan operasional darat PHE NSO berada di Kota Lhokseumawe.*(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sempat Terima Amplop Dolar dari Bupati Kuansing, Mengapa Menhut Raja Juli Belum Juga Diperiksa? Ini Kata KPK
TNI AL Gagalkan Dugaan Pencurian Avtur untuk Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Selang 400 Meter Diamankan
Harga BBM September 2026 Naik, Pertamina hingga Shell Kompak Ubah Harga
Dipanggil Langsung ke Hambalang, Satgas PKH Laporkan Penertiban Hutan Ilegal, Prabowo Beri Perintah Tegas Ini
Wapres Gibran Dapat Curhat soal Pembangunan Sabo Dam Tukka Terkendala Harga BBM
Spesial di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Kasih Kejutan Buat Pengguna Setia LPG Non-Subsidi di Banda Aceh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru