BREAKING NEWS
Jumat, 11 September 2026

"Keselamatan Jiwa Lebih Penting dari Tugas", Insan Pers Aceh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Krakatau

T.Jamaluddin - Jumat, 11 September 2026 18:27 WIB
"Keselamatan Jiwa Lebih Penting dari Tugas", Insan Pers Aceh Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Krakatau
suasana Doa dan zikir bersama PFI Aceh untuk keselamatan Lima Jurnalis yang hilang di selat Sunda ketika meliput kegiatan meletus Gunung Anak Krakatau. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH - Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh menggelar doa dan zikir bersama untuk mendoakan keselamatan lima jurnalis yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk solidaritas sesama jurnalis sekaligus keprihatinan atas musibah yang menimpa para korban.

Doa bersama yang diprakarsai PFI Aceh itu berlangsung setelah Salat Jumat, 11 September 2026, di Warung Sekber Jurnalis, Jalan SA Mahmud Syah, Banda Aceh.

Ketua PFI Aceh Muhammad Anshar mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas terhadap lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian.

Baca Juga:

"Turut prihatin atas musibah yang menimpa rekan kita sesama jurnalis," kata Muhammad Anshar dalam sambutannya, Jumat (11/9/2026).


Anshar menjelaskan lima jurnalis tersebut merupakan bagian dari delapan orang dalam satu rombongan. Selain lima jurnalis, terdapat dua kru kapal dan seorang pemandu wisata.

Rombongan tersebut sebelumnya berada di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas gunung api. Namun, komunikasi dengan rombongan dilaporkan terputus sejak Senin (7/9/2026).

"Kita berharap mereka segera ditemukan dalam keadaan sehat wal afiat," ujar Anshar.

Anshar juga mengingatkan para jurnalis agar selalu mengutamakan keselamatan saat menjalankan tugas, terutama ketika melakukan peliputan di wilayah yang memiliki risiko bencana.

"Keselamatan dalam bertugas itu harus diprioritaskan. Tugas jurnalis itu penting, tetapi keselamatan jiwa pribadi juga lebih penting, apalagi kita bertugas di wilayah rawan bencana," katanya.


Kegiatan doa bersama tersebut dipimpin Ustaz Zul Arafah. Acara diawali dengan selawat dan zikir, kemudian dilanjutkan dengan tausiah.

Dalam tausiahnya, Ustaz Zul Arafah mengingatkan para jurnalis untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Allah dan menjaga diri dalam menjalankan profesinya. Dia juga mengingatkan wartawan agar menyampaikan informasi berdasarkan kebenaran dan tidak menyebarkan fitnah.

Menurut dia, wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan kebenaran dan keadilan kepada masyarakat.

"Wartawan adalah termasuk pekerjaan yang mulia, maka jangan kotorkan profesi wartawan itu untuk memfitnah," ujarnya.

Ustaz Zul juga mengajak para jurnalis berani menyampaikan fakta, termasuk ketika menemukan berbagai persoalan sosial di tengah masyarakat.

"Wartawan harus berani, katakanlah walau itu pahit sekalipun," tegasnya.

Sementara itu, Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin turut menyampaikan keprihatinan atas hilangnya lima jurnalis di sekitar Gunung Anak Krakatau. Dia berharap seluruh korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.


Nasir juga menyampaikan doa kepada keluarga para jurnalis yang masih menunggu kabar mengenai keberadaan kerabat mereka agar diberikan kekuatan dan kesabaran menghadapi musibah tersebut.

"Kami berharap mereka ditemukan dengan selamat dan kepada keluarga korban semoga tabah dan sabar atas musibah ini," kata Nasir.

Sejumlah organisasi dan insan pers Aceh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin, Ketua IJTI Aceh Munir, serta Ketua PFI Aceh Muhammad Anshar selaku penggagas kegiatan.

Doa bersama itu sekaligus dirangkaikan dengan ungkapan syukur atas suksesnya Pameran Foto Bencana yang sebelumnya diselenggarakan PFI di Museum Tsunami Banda Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi komunitas pers di Aceh untuk memperkuat solidaritas sekaligus mendoakan keselamatan lima jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian di sekitar Gunung Anak Krakatau.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru