Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
YOGYAKARTA - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Muhammad Jusuf Kalla (JK) menyayangkan penembakan tiga aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. JK menilai pemerintah perlu mengedepankan pendekatan kepada masyarakat Papua selain operasi keamanan.
Menurut JK, pendekatan tersebut diperlukan untuk membangun pemahaman politik kepada masyarakat agar pembangunan Papua dapat dilakukan secara bersama-sama.
"Sebenarnya Papua itu sudah diberikan anggaran cukup besar untuk pembangunan, dan kalau dibandingkan katakanlah Papua dibandingkan dengan Papua Guinea itu jauh lebih baik kita," ujar JK di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga:
JK mengatakan pendekatan kepada masyarakat perlu dilakukan secara damai. Jika upaya tersebut tidak membuahkan hasil, menurutnya, operasi aparat TNI dan Polri dapat dilakukan sebagai langkah selanjutnya.
"Tapi dua pihak perlu ada upaya pengertian politis secara baik, secara damai. Di mana-mana kita bisa selesaikan itu, penyelesaian seperti itu," kata JK.
Penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya terjadi pada Rabu (9/9/2026). Polisi hingga kini masih memburu kelompok yang diduga terlibat dalam penembakan tersebut.
Kepala Satuan Tugas Hubungan Masyarakat Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo mengatakan tim telah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Polisi juga telah mengantongi ciri-ciri kelompok tersebut berdasarkan keterangan saksi yang selamat.
"Tim sudah melakukan pengejaran," kata Yusuf melalui keterangannya, Jumat (11/9/2026).
Menurut Yusuf, polisi telah memeriksa saksi korban yang selamat di Polres Jayawijaya. Dari pemeriksaan tersebut, penyidik memperoleh informasi mengenai ciri-ciri para pelaku.
"Dari hasil pendalaman kita, sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi korban yang selamat dan diambil keterangan di Polres Jayawijaya. Kita sudah mendapatkan ciri-ciri pelaku dan kita sudah kantongi ciri-cirinya," ujarnya.
Polisi menduga kelompok yang melakukan penembakan berjumlah delapan orang. Mereka disebut membawa dua senjata api laras panjang. Sementara keberadaan senjata api laras pendek masih didalami.
"Tentunya kita kejar. Insya Allah kita dapat, karena identitas pelaku sudah kita kantongi," kata Yusuf.
Selain keterangan saksi, penyidik juga menemukan sejumlah selongsong peluru tajam dengan kaliber berbeda berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kasus penembakan tersebut masih dalam penyelidikan dan pengejaran terhadap kelompok yang diduga menjadi pelaku terus dilakukan oleh aparat keamanan.
Sementara itu, JK menilai penyelesaian persoalan Papua membutuhkan kombinasi pendekatan keamanan dan komunikasi politik yang melibatkan masyarakat. Menurutnya, upaya membangun pemahaman secara damai perlu menjadi bagian penting dalam menyelesaikan konflik di Papua.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.