BREAKING NEWS
Rabu, 16 September 2026

Prabowo Tolak Usulan Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional, Bagaimana dengan FIFA ASEAN Cup?

Abyadi Siregar - Rabu, 16 September 2026 15:31 WIB
Prabowo Tolak Usulan Indonesia Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional, Bagaimana dengan FIFA ASEAN Cup?
Presiden RI Prabowo Subianto. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan tidak ingin pemerintah mengeluarkan anggaran besar untuk menjadi tuan rumah berbagai pertandingan internasional.

Sikap tersebut disebut sebagai bagian dari kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

Prabowo mengatakan sejumlah proposal agar Indonesia menjadi tuan rumah pertandingan internasional pernah disampaikan kepadanya.

Baca Juga:

Namun, ia memilih menolak usulan tersebut karena mempertimbangkan besarnya anggaran yang harus dikeluarkan.

"Saya pikir daripada, sebagai contoh ya, saya mungkin dituduh kurang menghormati atau apa, saya termasuk yang kemarin berapa apa itu yang sodorkan ke saya, 'Pak, kita jadi tuan rumah pertandingan internasional, macam-macam lah'. Saya bilang sudahlah, karena kita belum tentu kita bisa dapat medali emas ngapain kita keluarin ratusan miliar untuk jadi tuan rumah ya kan? Kurangi," tegas Presiden Prabowo dalam sebuah sesi wawancara dengan wartawan di kediamannya di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Prabowo, efisiensi anggaran menjadi salah satu hal penting dalam pengelolaan keuangan negara.

Ia mengatakan anggaran yang sebelumnya digunakan untuk kegiatan seremonial dapat dialihkan untuk kebutuhan yang dianggap lebih penting, termasuk menghadapi potensi bencana.

Kebijakan penghematan tersebut, kata Prabowo, juga mencakup berbagai kegiatan di kementerian dan lembaga.

Beberapa di antaranya seminar, forum group discussion (FGD), kunjungan kerja, hingga kebutuhan perlengkapan kegiatan.

"Jadi hal-hal semacam itu ternyata kita bisa menghemat banyak. Seminar, FGD, kunjungan kerja, luar biasa. Di bulan, di tahun-tahun pertama, bulan-bulan pertama saya mimpin, 2025 saya kita bisa menghemat Rp300 triliun. Anda bayangkan, Rp300 triliun. Biaya pembelian alat tulis, percetakan, suvenir ya, sewa gedung, peralatan, rapat, seminar dan sejenis kajian kita banyak sekali yang kita hemat," pungkasnya.

Pernyataan Prabowo mengenai efisiensi anggaran kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup 2026 yang akan berlangsung di Indonesia.

FIFA telah menetapkan Indonesia dan Hong Kong sebagai tuan rumah edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026.

Turnamen tersebut berlangsung pada 24 September hingga 5 Oktober 2026.

Untuk Division 1, pertandingan akan digelar di Jakarta dan Bandung.

Stadion Gelora Bung Karno Jakarta dan Stadion Si Jalak Harupat Bandung menjadi dua venue yang digunakan di Indonesia.

Turnamen ini diikuti 14 tim nasional, terdiri atas 11 negara anggota ASEAN dan tiga tim undangan.

Indonesia berada di Division 1 bersama Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, Filipina, Bangladesh, dan Pakistan.

Pertandingan Division 1 di Indonesia dijadwalkan berlangsung mulai 25 September hingga 5 Oktober 2026.

Jadwal tersebut mencakup pertandingan fase grup hingga final.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir sebelumnya menyatakan kesiapan Indonesia menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026.

Pernyataan itu disampaikan Erick saat menghadiri kegiatan Roll To Glory FIFA ASEAN Cup Family Parade di Jakarta pada Minggu, 13 September 2026.

"Setelah sebelumnya Kejuaraan Dunia FIFA U-17 kita sebagai tuan rumah, sekarang FIFA ASEAN CUP," ujar Erick Thohir.

Menurut Erick, pengalaman Indonesia menjadi tuan rumah ajang internasional sebelumnya menjadi salah satu modal dalam mempersiapkan penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup.

"Mudah-mudahan event ini merupakan event yang besar buat FIFA. Kita harus jadi tuan rumah yang baik, dan mudah-mudahan timnya juga prestasinya terbaik," ujar Erick.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung juga menyatakan Jakarta siap mendukung penyelenggaraan turnamen tersebut, termasuk dari sisi fasilitas latihan dan transportasi bagi kontingen.

"Yang pertama, Jakarta siap untuk menjadi tuan rumah yang baik. Pokoknya seperti yang diminta oleh PSSI kami persiapkan," katanya kepada awak media, Minggu, 13 September 2026.

Pramono mengatakan pemerintah daerah juga menyiapkan akses transportasi untuk memastikan para peserta merasa aman dan nyaman selama berada di Jakarta.

"Yang paling penting adalah siapa pun nanti yang akan tanding di Jakarta itu merasa aman, nyaman, dan transportasinya sepenuhnya kita siapkan," tegas Pramono.

Ia juga berharap Timnas Indonesia dapat meraih hasil terbaik dalam turnamen tersebut.

"Mudah-mudahan lancar dan Indonesia bisa keluar sebagai juara," tutur Pramono.

FIFA menyebut edisi perdana FIFA ASEAN Cup akan mempertemukan 14 tim dalam dua divisi.

Division 1 digelar di Indonesia, sedangkan Division 2 berlangsung di Hong Kong.

Division 1 terdiri atas Grup A yang dihuni Indonesia, Bangladesh, Malaysia, dan Singapura.

Sementara Grup B berisi Vietnam, Pakistan, Thailand, dan Filipina.

Di Indonesia, fase grup dijadwalkan berlangsung di Jakarta dan Bandung.

Setelah fase grup, pertandingan perebutan tempat ketiga dan final Division 1 akan digelar di Stadion Gelora Bung Karno pada 5 Oktober 2026.

Dengan demikian, penyelenggaraan FIFA ASEAN Cup memiliki konteks berbeda dari proposal pertandingan internasional yang disebut Prabowo dalam pembahasan mengenai efisiensi anggaran.

FIFA sendiri telah mengumumkan Indonesia dan Hong Kong sebagai negara tuan rumah edisi perdana turnamen tersebut.* (tm/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
SIPD dan SIJOGI Diluncurkan, Bupati Labusel Dorong Tata Kelola Pemerintahan Lebih Efisien: Tinggalkan Cara Lama untuk Pelayanan Lebih Baik
Bupati Batu Bara Terima Audiensi KSBSI Sumut, Bahas Kesejahteraan dan Perlindungan Buruh
Suahasil Gantikan Purbaya Jadi Menkeu, Bahlil Pasang Badan Sebut Itu Hak Prerogatif Mutlak Prabowo
Kritik Tajam Celios! Beban Utang Tembus Rp10.290 Triliun, Menkeu Baru Ditantang Jadi "Penginjak Rem" Proyek Ambisius
Bukan Cuma Teori Menkop Tantang Mahasiswa Sulap Kopdes Merah Putih Jadi "Pabrik" Wirausaha Desa
Kepala Bakom Ungkap Alasan Prabowo Pilih Suahasil Nazara Jadi Menkeu Gantikan Purbaya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru