Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari menilai Suahasil Nazara dipilih Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan karena memiliki pengalaman dan rekam jejak yang kuat di bidang ekonomi dan fiskal.
Menurut Qodari, Suahasil memiliki pengalaman panjang di Kementerian Keuangan sehingga dinilai memahami persoalan fiskal dan kebijakan ekonomi nasional.
"Beliau sudah sangat mengenal seluk-beluk di Kementerian Keuangan karena sekitar 6-7 tahun jadi Wamenkeu dan sebelumnya beliau pernah jadi Kepala Badan Kebijakan Fiskal di sini," kata Qodari dikutip dari keterangannya, Selasa, 15 September 2026.
Baca Juga:
Selain pengalaman birokrasi, Suahasil juga memiliki latar belakang akademik di bidang ekonomi. Ia merupakan Guru Besar Ilmu Ekonomi di Universitas Indonesia (UI).
Qodari menilai kemampuan menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan stabilitas menjadi salah satu kelebihan Suahasil.
"Kami sangat yakin bahwa Pak Suahasil akan sangat berhasil menjalankan tugas sebagai Menkeu," ujar Qodari.
Qodari juga meyakini Suahasil memiliki kompetensi untuk mengelola kebijakan fiskal di tengah dinamika perekonomian saat ini.
Menurut dia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak hanya berfungsi sebagai instrumen keuangan pemerintah, tetapi juga dapat digunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas.
"Itu adalah salah satu kelebihan Pak Suahasil, terutama dalam situasi seperti sekarang ini, tentunya APBN merupakan salah satu instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi sekaligus menjaga stabilitas ekonomi Indonesia," ujar dia.
Qodari mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar untuk terus dikembangkan.
Menurut dia, potensi tersebut sejalan dengan arah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mengedepankan amanat Pasal 33 UUD 1945 mengenai pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.
Ia pun optimistis Suahasil dapat menerjemahkan amanat tersebut melalui kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.