Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BATU BARA – Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan kembali ditunjukkan Pemerintah Desa Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, bersama jajaran TNI, Polri, pemerintah kecamatan, organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat melalui pelaksanaan gotong royong massal, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan gotong royong massal yang digagas oleh Bupati Batu Bara bersama unsur TNI dan Polri. Gerakan ini dilaksanakan sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menghidupkan kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Baca Juga:
Gotong royong massal tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Desa Bogak. Kepala Desa Bogak, Fazzary Akbar, S.E., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati Batu Bara, jajaran TNI dan Polri, OPD, Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram, serta seluruh pihak yang telah ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Menurut Fazzary Akbar, kegiatan gotong royong tidak semestinya hanya dipandang sebagai kegiatan membersihkan lingkungan. Lebih dari itu, gotong royong memiliki nilai sosial yang dapat mempertemukan berbagai elemen masyarakat dalam satu kegiatan bersama.
"Kami Pemerintah Desa Bogak mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Bapak Bupati Batu Bara, TNI, Polri, OPD yang terlibat, Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram, serta seluruh masyarakat yang telah bersama-sama melaksanakan kegiatan gotong royong massal ini," ujar Fazzary.
Ia menilai, gagasan pelaksanaan gotong royong secara bersama-sama merupakan langkah yang sangat baik karena mampu membangun kembali rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
"Ini sebuah ide dan gagasan yang sangat baik. Melalui gerakan gotong royong, kita bisa menyatukan kembali persatuan dan kebersamaan. Gotong royong bukan hanya tentang membersihkan lingkungan, tetapi juga bagaimana kita membangun rasa kepedulian dan kebersamaan," katanya.
Fazzary menegaskan, nilai gotong royong merupakan salah satu kekuatan sosial yang sejak dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia.Karena itu, menurutnya, kegiatan seperti ini perlu terus dibangun dan dilaksanakan secara berkesinambungan sehingga masyarakat tidak hanya hadir ketika ada kegiatan resmi pemerintah, tetapi juga memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan secara mandiri.
"Membangkitkan rasa persatuan itu bisa dilakukan melalui gotong royong. Jadi ini bukan hanya sekadar gerakan bersih-bersih, tetapi menurut saya ini adalah gerakan persatuan Indonesia," tegasnya.
LIBATKAN RATUSAN PERSONEL TNI DAN POLRI
Pelaksanaan gotong royong massal di wilayah Kecamatan Tanjung Tiram tersebut melibatkan ratusan personel dari berbagai unsur.
Dari jajaran Batalyon Infanteri 126/Kala Cakti, sebanyak kurang lebih 200 personel turut dilibatkan dalam kegiatan. Sementara itu, dari Polres Batu Bara dikerahkan sekitar 50 personel.
Selain personel
TNI dan
Polri, kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Batu Bara, termasuk unsur dari Dinas Lingkungan Hidup, jajaran yang membidangi pemerintahan desa, Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram, pemerintah desa, serta unsur masyarakat.
Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan dan masyarakat dalam menjalankan kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan lingkungan.Gotong royong dilakukan dengan membersihkan sejumlah kawasan yang menjadi sasaran kegiatan.
Para personel bersama pemerintah desa dan masyarakat bahu-membahu melakukan pembersihan lingkungan serta mengangkut berbagai material dan sampah yang ditemukan di lokasi.
Baca Juga:
Suasana kebersamaan pun terlihat dalam kegiatan tersebut. Berbagai unsur yang sehari-hari memiliki tugas dan fungsi berbeda dapat berkumpul dan bekerja bersama untuk satu tujuan, yakni menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.
DIGELAR SELAMA TIGA HARI
Gerakan gotong royong massal ini tidak hanya dilaksanakan dalam satu hari. Kegiatan direncanakan berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat (18/9/2026) hingga Minggu (20/9/2026).
Adapun sejumlah lokasi yang menjadi sasaran kegiatan berada di wilayah Desa Bogak, Desa Pahlawan, dan Kelurahan Tanjung Tiram, Kecamatan Tanjung Tiram.Pelaksanaan selama tiga hari tersebut diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas terhadap kondisi lingkungan sekaligus menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali membangun budaya gotong royong.
Bagi Pemerintah Desa Bogak, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam keberhasilan kegiatan tersebut. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat.
Karena itu, melalui kegiatan gotong royong massal ini, pemerintah desa juga mengajak masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai tanggung jawab bersama.
BANGUN KEBERSAMAAN DARI LINGKUNGAN
Fazzary Akbar berharap semangat yang terlihat dalam kegiatan gotong royong massal tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selama tiga hari selesai.
Ia berharap masyarakat dapat melanjutkan semangat tersebut dalam kehidupan sehari-hari dengan menjaga kebersihan lingkungan masing-masing serta saling mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Menurutnya, lingkungan yang bersih bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
"Kami berharap semangat gotong royong ini terus hidup di tengah masyarakat. Jangan sampai setelah kegiatan selesai, semangatnya ikut selesai. Justru setelah ini kita harus terus menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama," ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang terbangun antara Pemerintah Kabupaten Batu Bara, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, OPD dan masyarakat.
Baca Juga:
Sinergi tersebut, kata dia, menjadi contoh bahwa berbagai unsur dapat bergerak bersama ketika memiliki tujuan yang sama.
"Kami sangat mengapresiasi seluruh pihak yang sudah turun langsung. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus berlanjut dan menjadi budaya positif di tengah masyarakat, khususnya di Kecamatan Tanjung Tiram dan Desa Bogak," tuturnya.
GOTONG ROYONG SEBAGAI KEKUATAN SOSIAL
Kegiatan gotong royong pada akhirnya bukan hanya berbicara tentang kebersihan fisik suatu wilayah. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kepedulian, tanggung jawab sosial dan persatuan.
Ketika masyarakat, pemerintah dan aparat dapat berdiri bersama dalam satu kegiatan, komunikasi serta hubungan sosial juga dapat semakin terbangun.
Melalui gerakan tersebut, Pemerintah Desa Bogak berharap semangat kebersamaan dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari di Desa Bogak, Desa Pahlawan dan Kelurahan Tanjung Tiram tersebut pun diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menghidupkan kembali nilai gotong royong sebagai salah satu kekuatan sosial masyarakat.
Bagi masyarakat Desa Bogak, gotong royong bukan sekadar kegiatan membersihkan lingkungan. Gotong royong menjadi ruang untuk berkumpul, bekerja bersama, saling membantu dan memperkuat rasa persatuan.* (dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.