Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Sejumlah tokoh masyarakat Melayu perantauan berkomitmen memperkuat organisasi Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) di Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan sekitarnya.
Upaya tersebut akan dilakukan dengan menghimpun masyarakat Melayu dari berbagai daerah yang kini bermukim di Jakarta.
Warga Betawi sebagai masyarakat tuan rumah juga akan diajak bergabung dalam organisasi tersebut.
Baca Juga:
Komitmen itu mengemuka dalam audiensi sejumlah pengurus Pengurus Wilayah MABMI DKI Jakarta dengan Ketua Umum Pengurus Besar MABMI Prof. Dr. OK Saidin SH, M.Hum di Pasar Festival Kuningan, Jakarta, Rabu, 16 September 2026.
.jpeg)
(Pengurus PB dan PW MABMI DKI Jakarta foto bersama di akhir audiensi. Dari kiri: Faisal, Elza Mahendra, Asro Kamal Rokan, Prof. Dr OK Saidin SH, M.Hum, Fariz Saleh Bashel SE dan Syahrian Seregar. (Foto: ist/BITV))
Pertemuan tersebut digelar untuk membahas persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil) IV MABMI DKI Jakarta.
Sejumlah pengurus PW MABMI DKI Jakarta yang hadir antara lain Sekretaris II Elza Mahendra, Bendahara Syahrian Siregar, serta Faisal dari Biro Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi.
Sementara OK Saidin didampingi Ketua Departemen IV Asro Kamal Rokan dan anggota Wanhat Fariz Saleh Bashel SE.
Dalam pertemuan tersebut disepakati Muswil IV MABMI DKI Jakarta akan digelar pada 8 November 2026. Lokasi pelaksanaan masih dalam tahap penjajakan.
Muswil akan membahas program kerja organisasi sekaligus memilih Ketua PW MABMI DKI Jakarta untuk masa bakti 2026-2031.
Dalam pertemuan tersebut, para pengurus juga membahas potensi masyarakat Melayu yang tinggal di Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Masyarakat Melayu di Jakarta tidak hanya berasal dari warga Betawi.
Banyak pula masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang datang dan menetap di ibu kota, terutama dari sejumlah provinsi di Sumatera, termasuk Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan, dan Sulawesi.
Dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga MABMI disebutkan bahwa yang dimaksud dengan Melayu adalah masyarakat, rumpun atau bangsa yang beragama Islam, berbahasa Melayu dan beradat istiadat budaya Melayu.
Atas dasar potensi tersebut, para pengurus MABMI berkomitmen untuk memperluas keanggotaan dan menghimpun masyarakat Melayu di Jakarta dan sekitarnya.
Upaya menghimpun anggota baru tersebut juga akan melibatkan pengurus MABMI di berbagai provinsi serta kabupaten dan kota.
Para pimpinan MABMI daerah akan dihimbau merekomendasikan putra-putri Melayu dari daerah masing-masing yang kini berdomisili di Jakarta dan dinilai dapat bergabung dengan organisasi.
Rekomendasi tersebut nantinya dapat disampaikan kepada ketua terpilih atau tim formatur hasil Muswil IV MABMI DKI Jakarta.
Saat ini PW MABMI DKI Jakarta dipimpin H. Biem Triani Benjamin, B.Sc., MM. Biem telah memimpin selama dua periode, yakni masa bakti 2018-2022 dan 2022-2026.
Biem juga dikenal sebagai politisi dan pernah menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019. Ia merupakan putra dari aktor dan seniman Betawi, H. Benjamin S.
Dalam Muswil IV MABMI DKI Jakarta, peluang Biem untuk kembali mencalonkan diri sebagai ketua periode 2026-2031 masih terbuka.
Sejumlah nama lain juga disebut mulai muncul dalam bursa bakal calon ketua.
Ketua Umum PB MABMI Prof. Dr. OK Saidin mengatakan peserta Muswil yang memiliki hak suara bebas menentukan pilihan secara demokratis.
Namun, ia mengingatkan agar mekanisme musyawarah untuk mufakat tetap menjadi prinsip utama organisasi.
"Yang paling penting kita sadari, bahwa yang akan kita pilih adalah seorang Pemimpin bagi organisasi MABMI untuk wilayah yang multi dimensi. Jadi, selain syarat-syarat formal, ada hal-hal tertentu yang patut menjadi pertimbangkan untuk kita menilai seseorang itu layak memimpin MABMI DKI Jakarta, yang ke depan tentu akan penuh dengan dinamika dan tantangan zaman. Di situ lah kita perlu bermusyawarah dan saling berbesar hati dalam menyamakan persepsi sampai pada satu pilihan yang sama," tuturnya.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.