BREAKING NEWS
Minggu, 20 September 2026

Akhirnya Sepakat Indonesia Terima Bantuan Armada Udara Malaysia Padamkan Karhutla

Adelia Syafitri - Sabtu, 19 September 2026 10:23 WIB
Akhirnya Sepakat Indonesia Terima Bantuan Armada Udara Malaysia Padamkan Karhutla
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (WPM) Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 18 September 2026. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pemerintah Indonesia menerima tawaran bantuan dari Malaysia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Bantuan tersebut akan melibatkan satu pesawat, tiga helikopter, dan 52 personel pemadam kebakaran dari Malaysia.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan bantuan tersebut dibahas dalam pertemuannya dengan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9/2026).

"Kita bahas berbagai masalah yang pertama, dari pihak Malaysia, menawarkan bantuan ingin ikut membantu kita untuk mengatasi kebakaran hutan di Kalimantan," kata Prabowo seusai pertemuan, Jumat.

Baca Juga:

Prabowo menyampaikan terima kasih atas bantuan yang ditawarkan Malaysia. Menurutnya, Indonesia dan Malaysia merupakan negara sahabat sehingga kerja sama dalam menangani persoalan lingkungan perlu dilakukan.

"Ini adalah masalah lingkungan hidup yang mempengaruhi banyak pihak walaupun itu kebakaran di Indonesia tapi dampaknya dirasakan di tetangga-tetangga kita, jadi mereka ingin bantu kita dan kita terima dengan baik," ujarnya.

Bantuan tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan karhutla sekaligus mengurangi dampak kabut asap yang berpotensi melintasi batas negara.

Prabowo juga mengatakan pemerintah sedang menyiapkan langkah pencegahan secara menyeluruh agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang setiap beberapa tahun.

"Ini juga pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu, dan ini juga saya sedang menyusun langkah-langkah pencegahan menyeluruh supaya tidak tiap beberapa tahun muncul lagi muncul lagi," katanya.

Tawaran bantuan Malaysia sebelumnya telah disampaikan sekitar sepekan sebelum pertemuan Prabowo dan Ahmad Zahid Hamidi. Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Malaysia Datuk Seri Arthur Joseph Kurup mengatakan negaranya siap membantu Indonesia menangani karhutla dan mengurangi risiko kabut asap lintas batas.

Malaysia saat itu menawarkan sejumlah kemampuan, di antaranya operasi water bombing menggunakan helikopter, dukungan pemadaman dengan pesawat amfibi, hingga operasi penyemaian awan atau cloud seeding untuk menghasilkan hujan buatan.

Arthur juga menyebut telah mengirim surat kepada Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat untuk menyampaikan kesiapan Malaysia memberikan bantuan.

Sebelumnya, Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan bantuan internasional dalam penanganan karhutla harus didahului kesepakatan antara kedua negara.

Menurut Berton, koordinasi bilateral diperlukan terutama jika bantuan melibatkan penggunaan aset udara agar pelaksanaan operasi berjalan efektif dan aman.

"Mekanisme, bentuk bantuan, kebutuhan operasional, termasuk penggunaan aset udara, perlu dikoordinasikan dan disepakati terlebih dahulu oleh kedua pemerintah agar bantuan yang diberikan benar-benar efektif dan aman di lapangan," kata Berton.

BNPB menyambut positif kesiapan Malaysia memberikan dukungan. Bantuan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan dan mekanisme kerja sama antarpemerintah.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan Indonesia tidak perlu mempertimbangkan faktor gengsi dalam menerima bantuan dari negara sahabat.

"Yang penting adalah memastikan api segera terkendali dan dampaknya terhadap masyarakat, termasuk gangguan penerbangan akibat kabut asap, dapat diminimalkan," ujar Dave.

Menurut Dave, Indonesia tetap memiliki kemampuan dan sumber daya sendiri untuk menangani karhutla. Namun, dukungan dari negara lain dapat diterima selama sesuai kebutuhan dan dilakukan melalui koordinasi pemerintah.

Kerja sama penanganan karhutla antara Indonesia dan Malaysia sebelumnya juga telah dibicarakan dalam pertemuan bilateral di Bali pada 8 Juli 2026 serta komunikasi telepon pada 24 Agustus 2026.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Setelah Beberapa Hari Berselimut Asap, Langit Sumut Kembali Bersih hingga Siang Ini
Bara Gambut Mengamuk Lagi di HLG Londerang Kapolres Tanjab Timur Turun Gunung Pimpin Water Bombing
Warning Keras Mendagri Cairkan Cepat Rp 760 Miliar dan Tutup Celah Aturan 'Boleh Bakar Lahan' di Daerah
Prabowo Minta Pelaku Karhutla Dijerat Terorisme Ekologi
Aisar Khaled Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Dugaan Penipuan Capai Rp5,7 Miliar
Dalami Penyebab Karhutla di HGU PT GSM Nagan Raya, Polda Aceh Turunkan Tim Puslabfor
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru