BREAKING NEWS
Senin, 21 September 2026

Gagas Pertanian Organik Inklusif di Sumut, Sofyan Tan Usul Dirikan Pusat Riset dan Libatkan Siswa SLB

Nurul - Senin, 21 September 2026 20:11 WIB
Gagas Pertanian Organik Inklusif di Sumut, Sofyan Tan Usul Dirikan Pusat Riset dan Libatkan Siswa SLB
Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Sofyan Tan. (Foto: gesuri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN- Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Sofyan Tan mendorong pengembangan pertanian organik di Sumatera Utara (Sumut). Menurutnya, budidaya tanaman pangan berbasis organik penting untuk mendukung pangan sehat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Hal tersebut disampaikan Sofyan dalam Bimbingan Teknis Budidaya Tanaman Pangan Berbasis Organik yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Komisi X DPR RI di Auditorium Djonny Taslim, Universitas Satya Terra (ST) Bhinneka, Medan, Senin (21/9/2026).

Sofyan mengatakan pangan yang sehat tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga berhubungan dengan keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan.

Baca Juga:

Karena itu, dia mendorong pengembangan pertanian organik diperkuat melalui riset dan penerapan teknologi agar produktivitas serta kualitas hasil pertanian dapat meningkat.

"Seseorang yang tidak mendapat kecukupan pangan dapat mengalami kesulitan, bahkan ketidakstabilan sosial bisa dipicu oleh rasa lapar. Oleh karena itu, kita tidak boleh menjadi lembaga atau bangsa yang hanya memiliki nama besar tanpa praktik nyata. Kita harus fokus pada pengembangan pangan organik agar produktivitas dan kualitasnya meningkat," kata Sofyan.

Sofyan juga menilai perguruan tinggi memiliki peran penting dalam pengembangan pengetahuan dan keahlian di bidang pertanian dan pangan. Menurutnya, riset yang dilakukan kampus diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat tani.

Dia kemudian mencontohkan pendampingan terhadap petani kopi organik yang disebut telah berhasil menembus pasar internasional.

Dalam pengembangan pertanian organik tersebut, petani didorong mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Langkah itu dinilai perlu diperhatikan karena penggunaan pupuk dalam budidaya berkaitan dengan kondisi unsur hara tanah.

Selain mendorong pertanian organik, Sofyan mengusulkan pengembangan pusat riset pertanian organik yang terintegrasi dengan pendidikan inklusif.

Salah satu gagasannya adalah melibatkan Sekolah Luar Biasa (SLB) dalam aktivitas pertanian yang terarah. Menurut Sofyan, konsep tersebut dapat memberikan ruang bagi anak-anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pengalaman dan keterampilan melalui kegiatan pertanian.

Dia mengatakan konsep tersebut tidak hanya ditujukan untuk menghasilkan produk pertanian, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya pemberdayaan dan memberikan manfaat sosial.

Bimbingan teknis tersebut menghadirkan Peneliti Ahli Madya BRIN Indarti Puji Lestari sebagai narasumber. Kegiatan juga dihadiri Tenaga Ahli DPR RI Finche Kosmanto, Lisnawati Ginting dan Pandapotan Tamba.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tembus Rp 70 Ribu/Kg dan Lampaui HET, Pemprov Sumut Siapkan Pasokan Cabai Merah Luar Daerah
Perkuat Kinerja Organisasi, Lapas Labuhan Ruku Ikuti Rapat Koordinasi Kemenimipas Tahun 2026 secara Virtual
Pemprov Sumut Gaet Amerika Serikat: Dorong Investasi KEK Sei Mangkei hingga Beasiswa Pendidikan
PSMS Medan Libas Persiku Kudus 6-0, Kadispora Sumut: Luar Biasa!
Dorong UMKM Naik Kelas, Bobby Nasution Siapkan 10.000 Sertifikat Halal Gratis di Sumut
Jalan Pemprov Sumut Menuju Tangkahan Telan Korban, Dinas SDA Buka Suara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru