Kawal Proyek Peta Dasar Rp 4,7 Triliun BIG dari Bank Dunia, Kejagung Pasang Badan Mencegah Korupsi
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
MEDAN- Satresnarkoba Polrestabes Medan menangkap seorang pria berinisial FYM (42) yang diduga membawa 480,56 gram sabu. Warga Kabupaten Pidie, Aceh, itu diamankan saat hendak berangkat menggunakan travel dari kawasan MMTC, Kecamatan Percut Sei Tuan, menuju Aceh.
Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan penangkapan dilakukan pada Kamis (17/9/2026) malam. Polisi sebelumnya mendapat informasi mengenai pergerakan seorang kurir yang diduga hendak mengantarkan narkoba dari Medan ke Aceh.
"Berbekal informasi ini, tim kita langsung melakukan penyelidikan dan langsung berhasil mengamankan pelaku sebelum berangkat ke Aceh," ujar Rafli, Senin (21/9/2026).Baca Juga:
FYM diduga berupaya menyamarkan pergerakannya dengan menggunakan jasa travel mini bus yang menerapkan sistem penjemputan penumpang dari rumah masing-masing.
Saat diamankan, FYM sempat menyangkal membawa narkoba. Dia juga disebut enggan menunjukkan lokasi penyimpanan barang terlarang tersebut.
Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan FYM. Pada pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan narkoba di dalam tas yang dibawa pelaku.
Namun, tim menemukan bagian khusus di dalam tas yang dinilai mencurigakan. Setelah diperiksa lebih lanjut, polisi menemukan enam bungkus narkotika jenis sabu yang disimpan di ruang khusus pada bagian bawah tas.
"Kami temukan 480,56 gram sabu yang dikemas dalam enam bungkus. Pelaku menyimpan narkoba ke ruang penyimpanan khusus di bagian bawah tas, yang biasanya digunakan untuk menyimpan pelindung tas atau jas hujan," jelas Rafli.
Barang bukti tersebut kemudian diamankan polisi untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Berdasarkan pemeriksaan awal, FYM mengaku baru pertama kali membawa narkoba dari Medan menuju Aceh. Dia disebut tergiur dengan upah Rp3 juta yang dijanjikan oleh seseorang yang diduga menjadi pengendali.
Meski demikian, polisi masih mendalami pengakuan tersebut untuk mengetahui jaringan serta peran FYM dalam perkara tersebut.
"Pemeriksaan awal pelaku mengaku baru pertama kali, namun kami akan dalami. Kami juga sedang mengejar pengendali atau bos dari pelaku," pungkas Rafli.
JAKARTA Kejaksaan Agung melalui Jaksa Agung Muda Intelijen (JAMIntel) Reda Manthovani bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) mengawal p
NASIONAL
JAKARTA Akademisi Rocky Gerung menyoroti gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) terkait syarat pendidikan pencalonan Gibran Rakab
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pelestarian budaya dan cagar budaya merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi inovasi sosial yang digagas Kecamatan Medan Denai melalui program ANJELI dan K
PEMERINTAHAN
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan dilaporkan memburuk akibat sebaran asap di sejumlah wilayah Sumatera Utara. Wali Kota Medan Rico Waas me
KESEHATAN
BANDA ACEH Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Aceh memperkuat komitmen memberikan pelayanan yang semakin humanis dan profesional kep
PERISTIWA
MEDAN Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) memasok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta Minyakita dalam keg
EKONOMI
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM meraih delapan penghargaan dalam ajang Environmental and Social Innovation Awar
NASIONAL
MEDAN Ketua Umum Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) Adardam Achyar mempertanyakan pemidanaan terhadap surat yang dibuat advokat dalam menjal
POLITIK
MANDAILING NATAL Foto mobil dinas Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) digunakan untuk mengangkut
PERISTIWA