BREAKING NEWS
Rabu, 23 September 2026

Borong 7 Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026, Pertamina Hulu Indonesia Buktikan Kualitas Komunikasi Berstandar Global

gusWedha - Selasa, 22 September 2026 15:17 WIB
Borong 7 Penghargaan IABC Indonesia Awards 2026, Pertamina Hulu Indonesia Buktikan Kualitas Komunikasi Berstandar Global
IABC Indonesia Awarding Night 2026 di Le Méridien Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) meraih tujuh penghargaan dalam IABC Indonesia Awards 2026. Penghargaan tersebut diberikan dalam IABC Indonesia Awarding Night 2026 di Le Méridien Hotel, Jakarta Pusat, Jumat (18/9/2026).

PHI yang mengelola operasi hulu migas Pertamina di Regional 3 Kalimantan mendapatkan penghargaan untuk sejumlah kategori komunikasi korporat, mulai dari komunikasi internal, riset hubungan masyarakat, komunikasi keberlanjutan hingga hubungan media.

Dalam ajang tersebut, PHI meraih Top 10 dan Awards of Excellence pada kategori Impactful Public Relations Awards (IMPRA) untuk subkategori Best Internal Communications Program dan Best Research in PR.

Baca Juga:

PHI juga memperoleh Awards of Excellence pada kategori Impactful Communications Awards (ICOMMA) untuk subkategori Best Sustainability Communications serta IMPRA untuk subkategori Best Creative PR Campaign.

Tiga penghargaan lainnya berupa Awards of Merit masing-masing untuk kategori ICOMMA pada subkategori Best Leadership Communications Program dan Best Employee Engagement Program, serta kategori IMPRA untuk subkategori Best Media Relations Program.

Penghargaan tersebut mencakup berbagai aspek komunikasi, mulai dari hubungan perusahaan dengan pekerja dan media hingga strategi komunikasi keberlanjutan dan kampanye publik.

Presiden IABC Indonesia Elvera N. Makki membuka rangkaian kegiatan IABC Indonesia Awards 2026 yang mengangkat tema komunikasi, kepercayaan dan perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau AI.

Head of Committee IABC Indonesia Awards 2026 Jeane Niode Sindy mengatakan perkembangan teknologi dapat mempercepat proses komunikasi. Namun, menurutnya, unsur manusia tetap penting dalam membangun kepercayaan dan reputasi organisasi.

"Teknologi dapat mengakselerasi proses, namun integritas, empati, dan human touch tetap menjadi penentu utama reputasi sebuah institusi," kata Jeane.

Tema tersebut sejalan dengan The 5th IABC Indonesia Conference & Awards 2026, yakni "Driving Communications Impact: Building Trust in the Age of AI".

Manager Communication Relations & CID PHI Dony Indrawan menyambut perolehan tujuh penghargaan tersebut. Menurutnya, capaian itu menjadi pengakuan terhadap upaya PHI dalam menerapkan praktik komunikasi korporat yang mengikuti perkembangan dan standar komunikasi global.

"Mengingat posisi IABC Indonesia sebagai bagian dari Aliansi Global, maka penghargaan ini menjadi sebuah pengakuan yang sangat berarti atas konsistensi dan upaya PHI untuk terus menerapkan praktik terbaik komunikasi korporat yang sejalan dengan standar global," ujar Dony.

Dony mengatakan komunikasi korporat memiliki keterkaitan dengan keberlangsungan operasi perusahaan, terutama bagi industri hulu migas yang memiliki cakupan pemangku kepentingan yang luas.

Menurutnya, strategi komunikasi yang terukur diperlukan untuk membangun pemahaman antara perusahaan dengan pekerja, pemerintah, media, masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya.

"Strategi komunikasi korporat yang efektif dapat memberikan nilai dan dampak yang signifikan bagi kelancaran operasi hulu migas serta reputasi perusahaan, sekaligus membangun kepercayaan para pemangku kepentingan," katanya.

Di tengah derasnya arus informasi digital, PHI menjalankan strategi komunikasi melalui berbagai saluran. Komunikasi internal dan eksternal, hubungan media, keterlibatan stakeholder serta program tanggung jawab sosial dan pengembangan masyarakat menjadi bagian dari strategi tersebut.

Dony mengatakan pendekatan terintegrasi itu juga diarahkan untuk mengurangi risiko distorsi informasi, misinformasi dan disinformasi mengenai perusahaan maupun industri hulu migas.

"Dengan strategi ini, kita membangun pemahaman pemangku kepentingan secara bertahap dan berkelanjutan untuk mengurangi potensi risiko adanya distorsi, disinformasi, misinformasi tentang perusahaan dan industri hulu migas," ujarnya.

PHI merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan, yang mencakup Zona 8, Zona 9 dan Zona 10.

Berdasarkan data resmi PHI, sepanjang 2025 perusahaan mencatat produksi minyak sebesar 58 ribu barel per hari (MBOPD) dan produksi gas sebesar 630 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Operasi tersebut dijalankan bersama anak perusahaan dan afiliasi dengan melibatkan SKK Migas serta mengacu pada prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).

Dalam konteks industri hulu migas, komunikasi tidak hanya berkaitan dengan reputasi perusahaan. Hubungan dengan masyarakat, pemerintah, pekerja, media dan pemangku kepentingan juga menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung keberlangsungan operasi.

Sepanjang 2026, PHI juga melakukan sejumlah kegiatan komunikasi dengan pemangku kepentingan. Pada Juli 2026, misalnya, PHI menggelar forum dialog industri hulu migas bersama media di Balikpapan yang membahas peran media dalam menyampaikan informasi mengenai operasi dan kontribusi industri migas.

Perolehan tujuh penghargaan IABC Indonesia Awards 2026 menjadi bagian dari perjalanan komunikasi korporat PHI. Di tengah perkembangan teknologi AI dan semakin cepatnya arus informasi, PHI menyatakan tantangan berikutnya adalah menjaga akurasi, konsistensi dan keterbukaan dalam komunikasi.

Bagi perusahaan hulu migas, komunikasi juga menjadi sarana untuk menjelaskan kegiatan operasi, kontribusi produksi energi, program sosial dan lingkungan serta berbagai risiko yang melekat pada kegiatan industri.

Dengan basis operasi di Kalimantan, agenda komunikasi PHI tidak hanya berkaitan dengan citra perusahaan, tetapi juga bagaimana informasi mengenai industri hulu migas dipahami oleh para pemangku kepentingan dalam konteks ketahanan energi nasional.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru