BREAKING NEWS
Minggu, 18 Oktober 2026

Tiga Tahun Whoosh Beroperasi, Wamenaker Dorong SDM Indonesia Kuasai Teknologi Kereta Cepat

gusWedha - Minggu, 18 Oktober 2026 07:44 WIB
Tiga Tahun Whoosh Beroperasi, Wamenaker Dorong SDM Indonesia Kuasai Teknologi Kereta Cepat
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor saat menghadiri perayaan hari ulang tahun ke-11 PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sekaligus tiga tahun operasional Whoosh di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Jumat, 16 Oktober 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia dalam pengoperasian dan pengembangan teknologi kereta cepat.

Penguasaan teknologi, kemampuan perawatan, dan penerapan standar keselamatan kerja dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan layanan Kereta Cepat Whoosh.

Pesan tersebut disampaikan Afriansyah saat menghadiri perayaan hari ulang tahun ke-11 PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sekaligus tiga tahun operasional Whoosh di Stasiun Halim, Jakarta Timur, Jumat, 16 Oktober 2026.

Baca Juga:

Afriansyah berharap proses alih pengetahuan atau transfer of knowledge dari tenaga ahli Tiongkok kepada pekerja Indonesia terus berjalan.

Dengan begitu, tenaga kerja lokal diharapkan semakin terampil dalam mengoperasikan, merawat, dan mengembangkan teknologi kereta cepat.

Menurut dia, peningkatan kompetensi tenaga kerja menjadi bagian penting dari pengembangan transportasi modern.

Pekerja Indonesia diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan mandiri, dengan tetap memenuhi standar keselamatan yang berlaku.

"Kemnaker terus berkolaborasi dengan KCIC karena sektor ini menyerap banyak tenaga kerja Indonesia. Ke depan, kualitas pelayanan dan perhatian terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) harus terus ditingkatkan," ujar Afriansyah.

Afriansyah mengapresiasi ketepatan waktu layanan Whoosh.

Namun, menurut dia, keberhasilan operasional kereta cepat tidak cukup hanya dilihat dari kecanggihan teknologi dan ketepatan jadwal perjalanan.

Kualitas pelayanan, kemampuan personel, koordinasi antartim, serta kepatuhan terhadap standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga perlu menjadi perhatian.

"Kemajuan sebuah transportasi tidak hanya diukur dari teknologi yang modern, melainkan dari kualitas pelayanan, soliditas kerja, serta kepatuhan terhadap K3," ujarnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tesla Roadster Diklaim Bisa Melompat dan Berputar, Ini Teknologi di Baliknya
Targetkan Pengaspalan 16 Km Jalan Pesisir hingga Berangkatkan Tukang Becak Umrah, Bobby Nasution Perkuat Komitmen Pembangunan di Labuhanbatu
Asahan Terima 6 Bus Perintis dari Pemprov Sumut, Bantu Pelajar yang Tinggal Jauh dari Sekolah
Kapolda Aceh Ruddi Setiawan Ingatkan Mahasiswa: Mudah Viral Bukan Berarti Benar
Kabar Baik! Bobby Nasution Siapkan 33 Bus Sekolah Gratis di 5 Kabupaten Sumut untuk Antar Jemput Siswa
Pembangunan BRT Mebidang Bikin Medan Macet, Driver Ojol dan Taksi Online Keluhkan BBM Boros
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Membaca Prabowo Menyerap Kekuasaan

Membaca Prabowo Menyerap Kekuasaan

OlehAndang SubahariantoMENJELANG dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto (20 Oktober 2026), ada yang menarik dibaca dari sudut bud

OPINI