BREAKING NEWS
Jumat, 23 Oktober 2026

BNPB Sebut Riau Kini Bebas Titik Api Karhutla, Prioritas Penanganan Bergeser ke 5 Provinsi

Adelia Syafitri - Jumat, 23 Oktober 2026 18:24 WIB
BNPB Sebut Riau Kini Bebas Titik Api Karhutla, Prioritas Penanganan Bergeser ke 5 Provinsi
Penanganan karhutla di Dayun, Siak, Riau (Foto: dok. Istimewa)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut tidak ada lagi titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Meski demikian, jumlah titik api dilaporkan meningkat di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Jambi, meskipun kenaikannya disebut tidak terlalu signifikan.

Kepala BNPB Letjen Kristomei Sianturi mengatakan Riau tidak lagi masuk dalam daftar provinsi prioritas penanganan karhutla karena kondisi titik api di wilayah tersebut telah menurun.

"Hari ini terjadi penurunan di beberapa tempat dari lima provinsi prioritas, awalnya enam provinsi, tapi di Riau sudah kami keluarkan karena di Riau sudah tidak ada titik api lagi," kata Kristomei, dikutip dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (23/10/2026).

Baca Juga:

Dengan perubahan tersebut, terdapat lima provinsi yang masih menjadi prioritas penanganan karhutla, yakni Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Kalimantan Barat.

Kristomei mengatakan kenaikan titik api terpantau di Sumatera Selatan dan Jambi. Namun, menurutnya, peningkatan tersebut belum terlalu signifikan dan penanganan di lapangan terus dilakukan melalui koordinasi lintas instansi.

"Kenaikan ada di Sumsel dan Jambi, tapi tidak terlalu signifikan. Kami terus berkoordinasi dengan BMKG, kami bersurat KSAD, Ketua BMKG, BPGNN, kami kunjungi Sumsel dan Kalteng, Kalsel, untuk lihat langsung bagaimana operasi karhutla di lapangan," ujarnya.

BNPB juga melakukan pemantauan dan koordinasi dengan sejumlah lembaga terkait untuk mendukung penanganan kebakaran. Langkah tersebut dilakukan agar upaya pengendalian karhutla dapat disesuaikan dengan kondisi di setiap daerah.

Selain penanganan kebakaran, BNPB melaksanakan penyemaian dry ice atau es kering di sejumlah wilayah sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kabut asap. Kristomei menyebut penyemaian tersebut diikuti perubahan kondisi jarak pandang dan penurunan konsentrasi partikulat halus PM2,5.

"Semai dry ice dari 20 Oktober ada 3.100 kilogram yang sudah kita semai menggunakan lima sorti, kemudian di Sumsel ada 800 kg satu sorti, sehingga ada penurunan PM 2,5 turun, jarak pandang di Palembang dari 700 meter jadi 7.000 meter," ujar Kristomei.

Menurut keterangan tersebut, jarak pandang di Palembang meningkat dari 700 meter menjadi 7.000 meter setelah upaya penyemaian dilakukan. Meski demikian, data pemantauan kualitas udara dan penjelasan teknis terkait kontribusi penyemaian perlu menjadi acuan untuk menilai dampaknya secara lebih menyeluruh.

BNPB bersama instansi terkait masih melanjutkan pemantauan dan penanganan karhutla di provinsi yang menjadi prioritas. Kondisi titik api dapat berubah mengikuti cuaca dan situasi di lapangan sehingga pemantauan berkelanjutan tetap diperlukan.* (ds/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BBMKG Ungkap Penyebab Medan Kembali Diselimuti Kabut Asap Kiriman Karhutla
Usut Dugaan Korupsi BNPB, KPK Masih Tunggu Konfirmasi Resmi TNI Terkait 2 Prajurit
Hashim Bantah Lahan Rusak Bekas Karhutla Bakal Ditanami Sawit
Habis Asap Terbitlah Sawit
Pemprov Sumut Siagakan Personel Manggala Agni dan Kelompok Masyarakat Peduli Api Cegah Karhutla
Malaysia Rencanakan Bawa Isu Karhutla ke Forum ASEAN, Ini Tanggapan Resmi Kemlu RI
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru