BREAKING NEWS
Minggu, 25 Oktober 2026

Gugur Saat Berjibaku Lawan Kobaran Api! 10 Pahlawan Karhutla dari Kalimantan hingga Bromo Berpulang

Redaksi - Minggu, 25 Oktober 2026 13:29 WIB
Gugur Saat Berjibaku Lawan Kobaran Api! 10 Pahlawan Karhutla dari Kalimantan hingga Bromo Berpulang
karhutla di sejumlah wilayah Indonesia menelan korban jiwa dari kalangan petugas dan relawan yang berjuang memadamkan api. (Foto: mediacenter)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA– Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia menelan korban jiwa dari kalangan petugas dan relawan yang berjuang memadamkan api. Sebagian dari mereka meninggal dunia saat bertugas, sementara lainnya mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan akibat kondisi kritis dan luka bakar.

Para korban berasal dari berbagai unsur, mulai dari tim pemadam kebakaran tingkat daerah, Masyarakat Peduli Api (MPA), petugas taman nasional, hingga pekerja yang turut membantu penanganan karhutla. Berikut 10 nama petugas dan relawan yang dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan tugas tersebut, dihimpun dari berbagai sumber.

1. Akhmad Rijani

Akhmad Rijani merupakan Ketua Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) Palangka. Ia meninggal dunia pada 27 Agustus 2026 setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Kondisinya dilaporkan menurun setelah bertugas menangani karhutla di Jalan Rungan Ujung, Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, pada 22 Agustus 2026.

Baca Juga:

2. Ahmadin alias Itam Madin

Ahmadin, yang dikenal dengan nama Itam Madin, merupakan relawan Huma Singa Itah sekaligus bagian dari Satgas Penanganan Karhutla BPBD Kotawaringin Barat. Ia dilaporkan meninggal dunia pada 30 Agustus 2026 saat menjalankan tugas penanganan kebakaran hutan dan lahan.

3. Aries Sutio Luthfil Hadi

Aries Sutio Luthfil Hadi merupakan anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Ia meninggal dunia pada 10 September 2026 setelah ikut berjuang memadamkan karhutla di wilayah tersebut.

4. Sukaris

Sukaris merupakan pegawai Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Ia bertugas sebagai PNS Operator Layanan Operasional pada Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I. Sukaris meninggal dunia pada 15 Oktober 2026 ketika menjalankan tugas pemadaman karhutla di kawasan taman nasional tersebut.

5. Hendra Rony Wagiyanata

Hendra Rony Wagiyanata merupakan personel Manggala Agni TNBTS di bawah Kementerian Kehutanan. Ia meninggal dunia pada 15 Oktober 2026 ketika bersama tim berupaya memadamkan karhutla di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Manggala Agni merupakan tim yang bertugas dalam penanggulangan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

6. Wisnu Yuda Pratama

Wisnu Yuda Pratama merupakan staf PT Mitra Indo Permai yang turut membantu upaya pemadaman karhutla di kawasan TNBTS. Ia dilaporkan meninggal dunia pada 15 Oktober 2026 saat menjalankan tugas tersebut.

7. Sefriel Ardiansyah

Sefriel Ardiansyah, rekan Wisnu Yuda Pratama yang juga bekerja sebagai staf PT Mitra Indo Permai, turut menjadi korban dalam kebakaran tersebut. Ia dilaporkan meninggal dunia pada 15 Oktober 2026 dan dievakuasi ke rumah sakit setelah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di lokasi kejadian.

8. Munawi

Munawi merupakan petugas Balai Besar TNBTS yang meninggal dunia pada 19 Oktober 2026. Sebelum meninggal, ia sempat dibawa ke rumah sakit untuk menjalani operasi dan perawatan intensif karena mengalami luka bakar lebih dari 50 persen. Kondisinya dilaporkan kritis setelah terpapar kebakaran saat bertugas.

9. Nordin alias Amang Udin

Nordin, yang dikenal sebagai Amang Udin, merupakan anggota Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kayu Bulan. Ia meninggal dunia pada 21 Oktober 2026 ketika bertugas memadamkan karhutla di kawasan Handil Bakti, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan.

10. Suraji

Suraji merupakan petugas keamanan atau security Artotel dari PT Mitra Indo Permai yang turut menjadi relawan pemadam karhutla di kawasan TNBTS. Ia meninggal dunia pada 23 Oktober 2026 setelah menjalani perawatan intensif selama sembilan hari di rumah sakit.

Suraji dilaporkan mengalami luka bakar berat sekitar 49 persen yang disertai cedera saluran pernapasan. Kondisinya tidak tertolong meski telah mendapatkan perawatan medis.

Peristiwa-peristiwa tersebut menunjukkan risiko besar yang dihadapi petugas dan relawan saat menangani karhutla. Selain menghadapi kobaran api, mereka juga berhadapan dengan kondisi lapangan yang berbahaya sehingga keselamatan personel menjadi hal penting dalam setiap operasi pemadaman.

Para petugas dan relawan tersebut berasal dari latar belakang berbeda, tetapi memiliki tujuan yang sama, yakni membantu memadamkan kebakaran serta melindungi masyarakat dan lingkungan dari dampak karhutla.* (k/dh)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sinyal Panas Energi Regional! RI Sunat Ekspor Gas, PM Singapura Lawrence Wong Minta Kontrak Dihormati
Balapan Moto3 Australia Dibatalkan akibat Cuaca Buruk, Veda Ega Pratama Ungkap Kekecewaan
Peringati Hari Santri 2026, Sekda Simalungun Bacakan Pesan Menag Soal Penguasaan Teknologi
Respons Keluhan Warga Medan, Wali Kota Rico Waas Siapkan Penambahan 26 Truk Sampah dan 151 Bentor
DPR Bergerak Usai Gertakan Prabowo! Pembakar Hutan Bakal Dijerat Pasal Terorisme Lingkungan
Peringatan Bahlil Terbukti! Indonesia Resmi Pangkas Ekspor Gas ke Singapura Demi Listrik Dalam Negeri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru