BALI -Mantan Bupati Kabupaten Jembrana, Ida Bagus Ardana (84) dan istrinya, Sri Wulan Trisna (64), ditemukan tewas di kediaman mereka di Jalan Gurita IV No 6, Kota Denpasar, Bali, Kamis, 8 Agustus 2024. Berdasarkan informasi dari Spesialis Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah, dr Hengky, jenazah pasangan tersebut diperkirakan telah meninggal dunia antara 72 hingga 96 jam sebelum diterima di rumah sakit pada pukul 00.00 WITA.
Proses otopsi untuk mengidentifikasi penyebab pasti kematian pasangan suami istri ini sedang berlangsung. dr Hengky menjelaskan bahwa saat ini belum dapat dipastikan siapa di antara keduanya yang meninggal terlebih dahulu. Untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak akurat, dr Hengky meminta semua pihak menunggu hasil resmi autopsi.
Penemuan Jenazah dan Langkah-langkah Penyelidikan
Kematian pasangan tersebut terungkap setelah laporan dari warga dan menantu Ida Bagus Ardana pada pukul 18.35 WITA. Menurut keterangan dari menantu dan Kepala Lingkungan Karya Darma Putu Gede Igar Bramandika, rumah pasangan tersebut ditemukan dalam keadaan tertutup dan bau menyengat. Menyadari kejanggalan ini, mereka menghubungi Babinsa dan membuka rumah secara paksa untuk memeriksa keadaan di dalamnya.
Ida Bagus Ardana ditemukan tergeletak di dekat pintu dapur, sementara Sri Wulan Trisna ditemukan dalam keadaan telentang di tempat tidur. Setelah penemuan ini, kedua jenazah segera dibawa ke RSUP Prof IGNG Ngoerah untuk dilakukan otopsi guna mengungkap penyebab kematian.
Proses Otopsi dan Keterangan Lebih Lanjut
dr Hengky menegaskan bahwa hasil otopsi akan dirilis setelah pemeriksaan selesai dilakukan. Ia mengingatkan bahwa informasi yang tidak lengkap atau setengah-setengah dapat mengaburkan fakta-fakta penting dari kasus ini. Dengan demikian, pihak rumah sakit berkomitmen untuk memberikan keterangan resmi yang akurat dan komprehensif setelah seluruh proses otopsi selesai.
Pihak keluarga, termasuk menantu dan kerabat dekat, masih menunggu hasil autopsi sambil berharap agar penyebab kematian kedua korban dapat terungkap dengan jelas. Pengusutan kasus ini diharapkan bisa memberikan pencerahan dan menyelesaikan misteri kematian mantan bupati dan istrinya secara transparan.
Pernyataan Resmi
“Proses autopsi akan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian. Kami minta agar semua pihak bersabar dan menunggu hasil resmi dari tim forensik,” ujar dr Hengky.
Kasus ini tetap menjadi perhatian masyarakat dan pihak berwenang. Semua pihak diharapkan bisa menghormati proses penyidikan yang sedang berlangsung dan menunggu hasil akhir dari otopsi yang akan menjelaskan kejadian yang menimpa Ida Bagus Ardana dan Sri Wulan Trisna.
(N/014)
Eks Bupati Jembrana dan Istri Diperkirakan Tewas 72-96 Jam Sebelum Dibawa ke RS