Tekan Angka Stunting, Wabup Asahan Gencarkan Gerakan Makan Ikan Demi Wujudkan Indonesia Emas
ASAHAN Wakil Bupati Asahan Rianto mengajak masyarakat membiasakan makan ikan sebagai bagian dari pola hidup sehat dan bergizi. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
JAKARTA -Mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan kembali menarik perhatian publik dengan kehadirannya di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Wahyu, yang kini berstatus bebas bersyarat, menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan caleg PDIP, Harun Masiku.
Wahyu Setiawan tiba di Gedung KPK, Jakarta Selatan, pada Senin pagi sekitar pukul 09.50 WIB. Dikenal dengan kemeja hitamnya, kehadiran Wahyu di gedung yang sama di mana ia pernah menjadi terpidana menjadi sorotan media. Ini bukan kali pertama Wahyu diperiksa KPK; sebelumnya, ia telah dimintai keterangan beberapa kali terkait kasus Harun Masiku, yang hingga kini masih menjadi buron.
Sebelum pembebasan bersyaratnya pada 6 Oktober 2023, Wahyu Setiawan menjalani hukuman penjara selama tujuh tahun setelah dinyatakan bersalah dalam kasus suap. Selama masa tahanannya, kasus Harun Masiku, yang merupakan mantan caleg PDIP, menjadi salah satu isu yang kerap diangkat dalam setiap pemeriksaan Wahyu.
Dalam pernyataan sebelumnya di Gedung KPK pada 28 Desember 2023, Wahyu sempat melontarkan pertanyaan kritis mengenai penanganan kasus Harun Masiku. “Saya juga mempertanyakan kenapa KPK tidak segera menangkap Harun Masiku. KPK kan bisa menangkap saya, kenapa Harun tidak ditangkap?” ujar Wahyu dengan nada frustrasi. Ia menekankan bahwa meskipun ia telah menjalani hukuman, ketidakpastian mengenai keberadaan Harun Masiku tetap menjadi masalah besar dalam penegakan hukum di Indonesia.
Tessa Mahardika, Juru Bicara KPK, belum memberikan rincian mengenai pemeriksaan Wahyu Setiawan hari ini. Namun, penting untuk dicatat bahwa Wahyu Setiawan memiliki informasi penting mengenai kasus ini, mengingat perannya yang pernah terlibat langsung. Keberadaan Harun Masiku masih menjadi misteri besar, dan absennya tindakan tegas terhadap Masiku terus memicu kontroversi dan ketidakpuasan publik.
Dalam beberapa bulan terakhir, opini publik mengenai KPK juga mengalami dinamika. Menurut survei Litbang Kompas terbaru, sebanyak 51,4% responden menginginkan adanya perubahan dalam pimpinan KPK. Publik menganggap penting adanya penyegaran di lembaga anti-korupsi tersebut untuk memastikan bahwa penegakan hukum berjalan sesuai harapan masyarakat.
Kasus ini menggarisbawahi tantangan besar yang dihadapi oleh lembaga penegak hukum di Indonesia, terutama dalam hal transparansi dan akuntabilitas. Publik masih menunggu langkah konkret dari KPK untuk menyelesaikan kasus-kasus yang mengemuka, termasuk penangkapan Harun Masiku, yang hingga kini belum terpecahkan.
(N/014)
ASAHAN Wakil Bupati Asahan Rianto mengajak masyarakat membiasakan makan ikan sebagai bagian dari pola hidup sehat dan bergizi. Menurutnya,
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Tim Unit V Jatanras Satreskrim Polresta Banda Aceh menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam kasus penculikan dan pengani
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari progra
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution memaparkan sejumlah proyek strategis dan peluang investasi Sumatera Utara dal
PEMERINTAHAN
ACEH BESAR Warga di kawasan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar, mulai mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kemarau panjang ya
PERISTIWA
KARO Orangtua siswa yang terdampak dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mempertanyakan
PERISTIWA
KUALA LUMPUR Malaysia dinilai perlu melanjutkan upaya meminta ganti rugi atas dampak kabut asap lintas batas yang berulang, termasuk yan
INTERNASIONAL
DAIRI Satuan Reserse Kriminal Polres Dairi mengungkap kasus perampokan dan penyekapan terhadap seorang dokter berinisial NT, 61 tahun, d
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI DPD II Partai Golkar Kota Binjai memperkuat struktur organisasi sayap partai menjelang Pemilu 2029. Haji Kires menunjuk Ali Imron
POLITIK
JAKARTA Nama Ahmad M. Ali kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang sekitar Rp3,5 miliar dalam pen
SOSOK