Bobby Nasution Dorong Pemkab Kolaborasi Percepat Bangun Huntap
TAPTENG Penanganan pascabencana di Sumatera Utara (Sumut) terus dikebut. Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong komitme
PEMERINTAHAN
KALBAR -Insiden tragis di Sintang, Kalimantan Barat, memunculkan gelombang kecaman dan perdebatan setelah seorang sopir ambulans RSUD AM Djoen Sintang, Suardi, memutuskan untuk menurunkan jenazah seorang bayi di sebuah SPBU setempat. Insiden ini mencuat ke permukaan setelah sebuah video viral menggambarkan momen yang mengguncang hati banyak orang.
Suardi, dalam pembelaannya, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut dipicu oleh perbedaan pemahaman tentang biaya operasional ambulans. “Peristiwa ini berawal dari perbedaan persepsi mengenai harga BBM. Ambulans yang saya operasikan menggunakan Dexlite dengan harga Rp 14.900 per liter, sedangkan biaya ambulans yang ditanggung pemerintah hanya Rp 9.500,” jelas Suardi dalam penjelasannya kepada media.
Pihak keluarga korban, bagaimanapun, telah membayar biaya ambulans sebelumnya, yang menurut mereka sudah mencakup semua biaya yang diminta. Namun, konflik muncul ketika Suardi meminta tambahan biaya untuk BBM, yang tidak disetujui oleh keluarga karena dianggap telah melunasi di kasir rumah sakit.
“Saya meminta penggantian biaya BBM kepada keluarga pasien, namun mereka menunjukkan surat yang menyatakan bahwa biaya telah dibayarkan,” tambah Suardi.
Ketegangan semakin meningkat ketika tidak ada titik temu, dan Suardi memutuskan untuk menurunkan jenazah di SPBU sebagai respons atas ketidaksepakatan tersebut. Keputusannya ini menuai kecaman luas dari masyarakat dan memicu respons tegas dari pihak rumah sakit dan otoritas terkait.
Direktur RSUD AM Djoen Sintang, Ridwan Pane, menegaskan bahwa tindakan Suardi merupakan pelanggaran serius terhadap prosedur yang berlaku di rumah sakit. “Kami telah mengambil langkah tegas sesuai kronologi yang terjadi, karena tindakan ini tidak mencerminkan standar pelayanan kami,” ujar Ridwan.
Sementara itu, reaksi publik terhadap kejadian ini sangat beragam, dengan banyak pihak mengecam tindakan Suardi sebagai bentuk penelantaran dan ketidakprofesionalan. Kasus ini juga menyoroti pentingnya transparansi dalam biaya-biaya terkait layanan kesehatan, serta perlunya penegakan hukum yang adil dalam menangani insiden-insiden seperti ini.
Keluarga korban, dalam kesedihan mendalam, berharap agar kejadian ini dapat menjadi pelajaran berharga bagi sistem kesehatan dalam meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan menghindari insiden serupa di masa depan.
(N/014)
TAPTENG Penanganan pascabencana di Sumatera Utara (Sumut) terus dikebut. Gubernur Sumut, Muhammad Bobby Afif Nasution, mendorong komitme
PEMERINTAHAN
PADANGSIDIMPUAN Jajaran Polres Padangsidimpuan mengikuti kegiatan Analisa dan Evaluasi (Anev) perkembangan Situasi Keamanan dan Ketertib
NASIONAL
DENPASAR Personel Polda Bali yang tergabung dalam Satgas Preventif Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung2026 melaksanakan patroli dialog
NASIONAL
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke12 Jusuf Kalla (JK) menyampaikan kesedihan mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah
POLITIK
DENPASAR Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Suwung resmi ditutup total mulai 1 Maret 2026. Penutupan ini merupakan tindak lanjut kebijakan Ke
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa impor produk pertanian senilai USD4,5 miliar atau setara Rp75 triliun dari Amerika Serikat
EKONOMI
JAKARTA Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menilai niat Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi fasilitator konflik antara Amerika
POLITIK
BANDA ACEH Sebanyak 249 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan ke83/WPS resmi menyelesaikan tugas Pen
NASIONAL
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan seluruh pengungsi yang ma
NASIONAL
ISFAHAN, IRAN Ribuan warga memadati Lapangan NaqsheJahan di kota bersejarah Isfahan, Minggu (1/3/2026), untuk memberikan penghormatan
INTERNASIONAL