Polda Metro Buru Aktor Intelektual Kerusuhan Pejompongan, Massa Disebut Dibayar Rp40 Ribu
JAKARTA Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan aktor intelektual di balik pengerahan massa dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejo
HUKUM DAN KRIMINAL
JAWA BARAT –Pegi Setiawan, seorang pria yang dituduh terlibat dalam kasus Vina dan Eky, menceritakan pengalaman pahitnya saat ditangkap oleh pihak Polda Jabar. Dalam sebuah wawancara eksklusif, Pegi mengungkapkan detil kejadian yang menimpa dirinya, mulai dari penggerebekan hingga tindakan kekerasan yang diterimanya di kantor polisi.
Pegi mengisahkan awal mula penangkapannya dengan nada yang penuh emosi. “Saat itu, saya sedang berada di rumah ketika tiba-tiba pihak Polda Jabar datang menggerebek,” ujar Pegi. Menurutnya, tanpa penjelasan yang memadai, ia langsung diberitahu bahwa dirinya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Vina dan Eky.
“Saya sangat terkejut dan tidak mengerti apa yang sedang terjadi. Mereka langsung membawa saya ke Polda Jabar tanpa memberikan kesempatan untuk berbicara atau membela diri,” lanjutnya. Pegi menyatakan bahwa perasaan panik dan ketidakpastian menyelimuti pikirannya selama perjalanan ke kantor polisi.
Sesampainya di Polda Jabar, situasi semakin memburuk. Pegi mengaku mendapat berbagai ancaman dari pihak penyidik. “Mereka mengintimidasi saya dengan kata-kata kasar dan ancaman fisik. Saya merasa sangat tertekan dan ketakutan,” ungkapnya.
Lebih mengejutkan lagi, Pegi mengaku mengalami kekerasan fisik selama berada di Polda Jabar. “Saya dipukul di bagian mata oleh salah satu petugas. Rasa sakitnya sangat luar biasa, dan saya merasa sangat tidak berdaya,” tuturnya dengan suara gemetar.
Di tengah situasi yang mencekam tersebut, Pegi tetap berusaha untuk menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan. “Saya terus mengatakan kepada penyidik bahwa saya tidak terlibat dalam kasus ini. Saya tidak mengenal Vina dan Eky, apalagi melakukan hal-hal yang dituduhkan,” tegasnya.
Pegi berharap agar kasus ini dapat ditangani dengan adil dan transparan. “Saya ingin kebenaran terungkap dan nama baik saya dipulihkan. Saya tidak ingin ada lagi orang yang mengalami apa yang saya alami,” harapnya.
Kisah Pegi Setiawan menyoroti pentingnya penegakan hukum yang adil dan perlindungan hak asasi manusia dalam proses penyidikan. Kasus ini juga mengundang perhatian berbagai pihak, termasuk lembaga hak asasi manusia yang mendesak agar ada investigasi mendalam terkait tindakan kekerasan yang dialami Pegi.
Polda Jabar hingga saat ini belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan kekerasan yang dialamatkan kepada anggotanya. Namun, masyarakat berharap agar ada langkah tegas untuk memastikan tidak ada lagi tindakan sewenang-wenang dalam proses penegakan hukum.
(N/014)
JAKARTA Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan aktor intelektual di balik pengerahan massa dalam kerusuhan yang terjadi di kawasan Pejo
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya memastikan tiga tersangka kasus pengeroyokan yang menyebabkan pedagang kaca Bambang Setiawan meninggal dunia sa
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan menangkap seorang pria berinisial J (23) yang diduga memiliki narkotika jenis sabu dan eksta
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus berupaya menekan harga daging ayam yang masih tergolong tinggi di sejumlah pasar.Kepala Dinas Koperasi
EKONOMI
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengapresiasi putusan Majelis Hakim P
HUKUM DAN KRIMINAL
LANGKAT Akses jalan di Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, mengalami longsor beberapa waktu lalu. Benc
PEMERINTAHAN
JAKARTA Risiko kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap masa depan manusia kembali menjadi sorotan. Evan Hubinger, p
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan, warga
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Ketua Majelis Pengurus Wilayah Ikatan Cendekiawan Muslim seIndonesia (MPW ICMI) Aceh, Dr Taqwaddin, mengajak para cendekiawa
NASIONAL
JAKARTA PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM memperoleh peringkat kredit internasional BBB dengan outlook stabil dari S&
NASIONAL