Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
BEKASI -Kasus dugaan pembunuhan tragis yang menimpa aktor Sandy Permana terus mengungkap fakta-fakta baru. Istri korban, Ade Andriani, mengungkapkan bahwa terduga pelaku penusukan suaminya adalah seorang yang dikenal dengan panggilan “Gimbal” dan bekerja sebagai kru film. “Namanya? Gimbal. Di sini dipanggilnya gimbal,” kata Ade, Senin (13/1/2025)
Keterangan ini juga diperkuat oleh kakak ipar Sandy, Amelia, yang menambahkan bahwa pelaku tersebut adalah seorang kru film. “Dia kru film,” sambung Amelia.
Ade mengungkapkan bahwa identitas pelaku yang diduga bertanggung jawab atas kematian Sandy sudah diketahui oleh pihak kepolisian. “Foto pelaku sudah disebar. Dari polisinya katanya sudah bertindak, sudah mencari pelaku,” tambah Ade. Ia juga menyampaikan rasa sakit hati dan keprihatinannya atas kejadian ini, terutama untuk anak-anak mereka yang kini kehilangan sosok ayah.
Dengan penuh kesedihan, Ade berharap agar proses hukum dapat berjalan dengan adil dan cepat. “Harapannya semoga pelaku ditemukan dan diproses secepatnya sesuai hukum harus setimpal, seadil-adilnya. Karena saya tidak tega sama anak, karena anak-anak selalu cari ayahnya,” ujarnya.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus ini dengan memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti-bukti untuk mengungkap pelaku pembunuhan tersebut. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indardi, sebelumnya mengungkapkan bahwa Sandy Permana sempat terlibat perkelahian dengan seorang pria sebelum ditemukan tewas di Perumahan Cibarusah Jaya, Cibarusah, Kabupaten Bekasi, pada Minggu (12/1/2025) pagi.
Sandy ditemukan oleh tetangga rumahnya dalam kondisi kritis, penuh darah. Ia sempat tidak sadarkan diri saat dibawa ke rumah sakit terdekat. “Berdasarkan fakta yang ditemukan, diduga ada saksi yang melihat ada seorang laki-laki yang sedang berkelahi dengan korban,” kata Ade Ary.
Sandy Permana, yang dikenal sebagai pemeran dalam serial “Mak Lampir”, diduga menjadi korban pembunuhan setelah ditikam dengan senjata tajam. Polisi kini sedang menyelidiki kasus ini dengan serius dan telah mengantongi nama terduga pelaku.
(N/014)
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL