Baru 16 Persen Cair dari Rp135 M, Satgas PRR Kebut Pemulihan Lima Puluh Kota Sebelum Tahun Ini Habis
LIMA PULUH KOTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan 40 kegiatan
NASIONAL
JAKARTA -Perjalanan Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026 terus menjadi sorotan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri.
Salah satu yang turut memberikan komentar adalah pundit sepak bola asal Belanda, Kees Kwakman, yang melontarkan kritik tajam terhadap peluang Garuda di ajang bergengsi tersebut.
Saat ini, Indonesia berada di peringkat keempat Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan raihan 9 poin dari 8 laga.
Secara matematis, skuad asuhan Shin Tae-yong masih memiliki peluang untuk merebut posisi kedua dan lolos langsung ke Piala Dunia, meskipun skenario tersebut bergantung pada hasil tim lain seperti Australia dan Arab Saudi.
Kritikan Pedas dari Kees Kwakman
Dalam acara Voetbalpraat di ESPN Belanda, Kees Kwakman terang-terangan mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap peluang Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026.
Ia menyoroti kualitas permainan yang dianggapnya tidak layak untuk turnamen sebesar Piala Dunia.
"Saya tidak merasa senang melihat pertandingan mereka. Saya tentu menghormati para pemain dan mimpi mereka, tetapi kualitasnya.. astaga," ujar Kwakman.
Tak hanya itu, Kwakman bahkan menyatakan bahwa ia lebih memilih bermain Rummikub bersama putrinya ketimbang menyaksikan pertandingan Timnas Indonesia.
Lebih lanjut, ia juga mengkritik fisik para pemain Indonesia yang menurutnya mudah mengalami kram dan kelelahan di lapangan.
Menurutnya, tempo permainan terlalu lambat dan jauh dari standar kompetisi dunia.
"Mereka semua mengalami kram, sering terjatuh, dan temponya lambat. Saya paham cuaca mungkin menjadi faktor, tetapi ini bukan level Piala Dunia," tambahnya.
Sindiran terhadap FIFA
Selain mengkritik Timnas Indonesia, Kwakman juga menyoroti keputusan FIFA yang memperluas jumlah peserta di Piala Dunia 2026 menjadi 48 tim.
Menurutnya, hal ini justru akan menurunkan kualitas turnamen karena memungkinkan lebih banyak tim dengan level permainan rendah untuk tampil.
"Dulu, Piala Dunia adalah turnamen eksklusif bagi tim-tim terbaik dunia. Sekarang, setiap negara punya peluang lebih besar untuk lolos. Saya khawatir ini akan menurunkan standar kompetisi," ujarnya.
Ia bahkan menyindir bahwa pertandingan antara Indonesia dan Sudan di Piala Dunia nanti tidak akan menarik untuk ditonton.
"Kalau nanti kita harus menonton pertandingan Romeny melawan Sudan, saya lebih memilih untuk bekerja daripada menonton," sindirnya.
Meski mendapat kritik tajam, Timnas Indonesia tetap fokus pada perjuangan mereka.
Dengan dua laga tersisa di putaran ketiga kualifikasi, peluang untuk melaju ke putaran keempat masih terbuka lebar.
Persiapan yang matang dan dukungan dari seluruh pecinta sepak bola Tanah Air menjadi kunci utama dalam perjalanan Garuda menuju Piala Dunia 2026.
Dengan semangat juang yang tinggi, Timnas Indonesia bertekad membuktikan bahwa mereka layak bersaing di kancah internasional dan mampu memberikan kejutan bagi dunia.
(tb/a)
LIMA PULUH KOTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan 40 kegiatan
NASIONAL
LANGKAT Ketua Pemuda Muslimin Sumatera Utara (PMS) Kabupaten Langkat sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Langkat, Edi Bahagia Sinuraya, S.IP,
POLITIK
CHONBURI Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tampak tidak terlalu puas meski skuad Garuda berhasil menang 30 atas Timor Leste pada laga
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi III DPR RI dipastikan masih menyusun dan melakukan harmonisasi terhadap Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset. Bahk
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya masih menunggu instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pe
EKONOMI
JAKARTA Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menegaskan pemerintah akan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengembangkan perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalur rel Direktorat Jenderal P
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Batu Bara melalui Bidang Perlindungan Anak
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Binjai mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai membuka secara transparan tata kelol
PEMERINTAHAN
BATU BARA Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Batu Bara kembali menjadi perhatian masyarakat. Kali ini, sorotan muncul menyusu
PEMERINTAHAN