Keputusan ini diambil buntut dari kegagalan TimnasIndonesia di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, di mana Skuad Garuda kalah dari Arab Saudi (2-3) dan Irak (0-1) di Grup B, sehingga gagal melaju ke Piala Dunia 2026.
Kekosongan pelatih menimbulkan banyak spekulasi mengenai siapa yang akan menakhodai tim nasional.
"Untuk tim nasional, kalau enggak perform ya gitu. Walaupun secara pribadi saya kurang begitu suka, membangun strata kepelatihan itu perlu waktu," kata Erick, Jumat (24/10/2025).
Ia menambahkan, selama kepemimpinan Shin Tae-yong dan Indra Sjafri, komunikasi di antara pelatih senior tidak mudah, sehingga keselarasan tim sempat sulit terwujud.
"Nah, baru terakhir zamannya Patrick (Kluivert), kita bisa bikin strata. Tapi itupun karena gagal ya, ya bagaimana," ujar Erick.
Mengenai siapa yang akan menempati posisi pelatih kepala, Erick mengaku belum bisa memberikan kepastian.