BREAKING NEWS
Rabu, 14 Januari 2026

Skandal “Sepak Bola Gajah” Warnai Turnamen Junedi Cup U-40 di Padangsidimpuan

Indra Saputra - Sabtu, 15 November 2025 17:59 WIB
Skandal “Sepak Bola Gajah” Warnai Turnamen Junedi Cup U-40 di Padangsidimpuan
Buset FC melawan PSSM Salambua dalam turnamen sepak bola Junedi Cup U-40 yang digelar di Stadion HM Nurdin, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (15/11/2025). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PADANGSIDIMPUAN Turnamen sepak bola Junedi Cup U-40 yang digelar di Stadion HM Nurdin, Kota Padangsidimpuan, memanas karena dugaan pengaturan skor yang dilakukan oleh tim Buset FC dan PSSM Salambua.

Pertandingan yang seharusnya menjadi ajang kompetisi sportif bagi pemain legenda ini, berakhir dengan skor 7-7, diduga sengaja untuk meloloskan kedua tim ke babak semi final.

Menurut Rizal Ashari Pasaribu, salah seorang pemain Bina Remaja Old Crack, pertandingan yang seharusnya menjadi teladan bagi generasi muda ini justru menimbulkan kekecewaan.

Baca Juga:

"Baru berjalan 10 menit, sudah terjadi jual-beli gol dengan skor 3-3. Kami sangat kecewa melihat tindakan ini. Stadion HM Nurdin seharusnya menjadi tempat menunjukkan sportifitas, bukan ajang sepak bola gajah," ujarnya.

Kejadian ini makin mencolok karena tim Buset Legend sempat memulai pertandingan hanya dengan 9 pemain, dan kemudian memasukkan dua pemain tambahan beberapa menit kemudian.

Susunan pemain yang turun di lapangan antara lain:
- Penjaga gawang: Pinem
- Pemain belakang: M. Gabel, Hamzah, Manden, Marshal
- Pemain tengah: Bule, Faisal, Abdu, Julpahri
- Pemain depan: Sotar Duga, Pand (kapten)

Wasit yang memimpin pertandingan dikonfirmasi tidak mengetahui adanya pengaturan skor sebelum laga berlangsung.

Sementara Junedi, selaku penyelenggara turnamen, menegaskan bahwa kedua tim berpotensi didiskualifikasi jika terbukti melanggar aturan.

"Kalau memang benar ada pengaturan skor, kedua tim akan digugurkan dari turnamen," ucap Junedi melalui sambungan telepon.


Ketua Asosiasi Kota (Askot) Padangsidimpuan, Paisal Ashabi, menegaskan pihaknya akan memproses laporan terkait insiden ini.

Hal tersebut terjadi setelah tim Bina Remaja Old Crack mengajukan surat protes resmi ke panitia Junedi Cup U-40 dan ke Askot.

Kasus ini menimbulkan perdebatan di kalangan pecinta sepak bola kota Padangsidimpuan, karena seharusnya turnamen kategori legenda menjadi contoh sportifitas dan motivasi bagi pemain muda.

Dugaan praktik "sepak bola gajah" ini mencoreng reputasi Stadion HM Nurdin yang pernah menjadi saksi sejarah pemain bertaraf nasional.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Unggahan TikTok Soal “Setoran Jalan” Bisa Berujung Masalah, Begini Pesan Satpol PP Padangsidimpuan
Guru Kota Padangsidimpuan Meriahkan HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional ke-31 dengan Senam dan Tamang Pung Hisah
Universitas Aufa Royhan Bangun IPAL Biofilter Anaerob–Aerob, Kampus Siap Jadi Teladan Lingkungan
Polres Pringsewu Kawal Ketat Final Raudlatul Muslimin Cup 1, Cakra Muda FC Raih Gelar Juara!
Satpol PP Padangsidimpuan Lakukan Pendataan Izin Usaha dan Pajak Reklame, Dorong Peningkatan PAD
Viral! Kasus Tanah Picu Purnawirawan Polisi Cekcok dengan Personel Polres Padangsidimpuan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru