Dua Kali dalam Sepekan, Angin Kencang Rusak 318 Rumah di Medan
MEDAN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mencatat 318 rumah rusak akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah da
PERISTIWA
Padang – Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Suharyono menegaskan bahwa Kabag Ops Polres Solok Selatan, AKP Dadang Iskandar, yang menembak rekannya, AKP Ryanto Ulil Anshar, hingga tewas, dalam kondisi sadar dan tidak dalam pengaruh stres atau gangguan mental. Pernyataan ini disampaikan oleh Suharyono di Mapolda Sumbar pada Minggu (24/11/2024), sebagai klarifikasi atas pemberitaan yang menyebutkan bahwa tersangka berada dalam kondisi tidak stabil secara mental saat melakukan tindakan kejahatan tersebut.
“Saya tekankan, saya jelaskan, saya pastikan, tidak ada yang menyebutkan bahwa dia (AKP Dadang) dalam kondisi stres atau gangguan mental. Dia dalam keadaan sehat dan sadar saat melakukan tindakan pidananya,” tegas Suharyono.
Kapolda menjelaskan lebih lanjut, bahwa jika benar Dadang dalam keadaan tidak stabil, tidak mungkin dia bisa mengemudi sendiri dari Solok Selatan ke Mapolda Sumbar tanpa bantuan. “Jika dia tidak sehat, tidak mungkin dia bisa mengemudi sendiri dan menghubungi pihak tertentu untuk mendapatkan pengawalan,” ujar Irjen Suharyono, menambahkan bahwa hingga tiba di Mapolda Sumbar, tersangka tetap dalam kondisi fisik yang sehat.
Motif dari penembakan tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Suharyono menyebutkan bahwa pihaknya masih mendalami alasan dibalik tindakan nekat tersebut. “Motifnya akan dibuktikan di persidangan. Ini memang hal yang sulit untuk dibuktikan, tapi kami akan mengusutnya lebih dalam,” tambahnya.
Sementara itu, meski sempat menolak makan saat pertama kali ditahan, Suharyono mengatakan bahwa AKP Dadang kini sudah mulai menunjukkan perkembangan positif dan makan kembali. “Kemarin dia tidak mau makan, namun sekarang sudah mau makan. Kondisinya semakin baik,” ujar Kapolda.
Terkait dengan proses hukum, Irjen Suharyono menegaskan bahwa penahanan AKP Dadang dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. “Kami menerapkan penegakan hukum sesuai dengan SOP. Perlakuan terhadap tersangka sama seperti warga lainnya. Tidak ada perlakuan khusus karena dia seorang polisi,” jelasnya. Dadang sendiri, saat ini masih ditahan di Mapolda Sumbar untuk 20 hari ke depan.
Sebelumnya, kasus penembakan yang melibatkan sesama anggota Polri ini terjadi di Solok Selatan. Dadang menembak AKP Ryanto di rumah dinas Kapolres Solok Selatan, AKBP Arief Mukti, pada Jumat (22/11/2024). Insiden ini menjadi perhatian publik, dengan Ombudsman meminta agar penyelidikan dilakukan secara transparan untuk mengungkap motif yang mendasari peristiwa tragis tersebut.
(JOHANSIRAIT)
MEDAN Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan mencatat 318 rumah rusak akibat cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah da
PERISTIWA
MEDAN Rumah Sakit Umum (RSU) Haji Medan merawat empat pasien rujukan yang diduga menjadi korban keracunan program Makanan Bergizi Gratis (
KESEHATAN
JAKARTA Staf Khusus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Andi Saiful Haq, mangkir dari panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Andi s
NASIONAL
PALEMBANG Presiden Prabowo Subianto menyetujui penambahan peralatan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Su
NASIONAL
BANYUMAS Upaya mengusulkan Raden Mas (RM) Margono Djojohadikusumo sebagai Pahlawan Nasional terus dimatangkan. Yayasan Serulingmas bersama
NASIONAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Lodewyk Pusung akan kembali mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri
NASIONAL
PALEMBANG Presiden Prabowo Subianto menyebut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana yang sangat berbahaya dan menjadi persoa
NASIONAL
MAKASSAR Pesawat tempur Sukhoi Su30 MK2 milik TNI Angkatan Udara (AU) tergelincir hingga keluar dari batas landasan di Pangkalan Udara (L
PERISTIWA
KUALA LUMPUR Pemerintah Malaysia menyatakan siap membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila pemerintah Indo
INTERNASIONAL
KUPANG Korban meninggal dunia akibat gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 100 orang. Badan Nasional Pen
NASIONAL