Kegiatan ini diikuti ratusan atlet dari berbagai perguruan dan organisasi karate se-Sumatera Utara, sebagai bentuk dukungan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara terhadap pembinaan generasi muda melalui olahraga.
Dalam sambutannya, Harli Siregar mengapresiasi kerja keras panitia, pelatih, official, hingga orang tua atlet yang mendukung terselenggaranya kejuaraan.
Ia menegaskan, Kajatisu Cup bukan sekadar ajang memperebutkan medali dan piala, tetapi sarana membangun karakter, integritas, dan mental juara para atlet.
"Pertandingan di gelanggang bukan berarti permusuhan. Ini adalah ajang kompetisi yang sehat antar sesama atlet," tegas Harli Siregar.
Ia menekankan nilai-nilai disiplin, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap lawan, yang sejalan dengan semangat penegakan hukum dan integritas.
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, 13–15 Februari 2026, memperebutkan piala bergilir Kajati Sumatera Utara dan uang pembinaan bagi pemenang.
Harli Siregar berharap Kajatisu Cup menjadi agenda rutin untuk melahirkan atlet karate tangguh yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat, rendah hati, dan jujur.
"Semoga dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet beladiri yang kuat, tangguh, rendah hati, dan mampu membawa nama baik Sumatera Utara," pungkasnya.
Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari Forum Wartawan Hukum (Forwakum), yang hadir memberikan dukungan terhadap inisiatif pembinaan atlet muda berbasis nilai sportivitas.*
(dh)
Editor
: Adam
Harli Siregar Buka Kajatisu Cup II: Karate Sumut Jadi Arena Latih Mental Juara dan Integritas Generasi Muda