BREAKING NEWS
Selasa, 27 Oktober 2026

Kartu Merah Folarin Balogun Picu Polemik, Presiden FIFA Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC

Nurul - Rabu, 15 Juli 2026 11:21 WIB
Kartu Merah Folarin Balogun Picu Polemik, Presiden FIFA Gianni Infantino Dilaporkan ke IOC
Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino. (foto: Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden FIFA Gianni Infantino dilaporkan kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC) atas dugaan melanggar prinsip netralitas politik.

Laporan itu diajukan organisasi nirlaba FairSquare, yang meminta IOC menyelidiki sejumlah tindakan Infantino yang dinilai bertentangan dengan Piagam Olimpiade dan Kode Etik IOC.

Salah satu sorotan utama dalam laporan tersebut adalah keputusan FIFA menangguhkan hukuman larangan satu pertandingan terhadap penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, pada ajang Piala Dunia 2026.

Baca Juga:

Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia-Herzegovina setelah melakukan pelanggaran terhadap Tarik Muharemovic.

Meski bermain dengan 10 pemain, Amerika Serikat tetap menang 2-0.

Berdasarkan regulasi FIFA, Balogun seharusnya menjalani hukuman larangan bermain pada pertandingan berikutnya di babak 16 besar melawan Belgia.

Namun sehari sebelum pertandingan berlangsung, FIFA mengumumkan bahwa hukuman otomatis tersebut ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.

Keputusan itu membuat Balogun tetap bisa tampil menghadapi Belgia dan memicu berbagai pertanyaan karena FIFA tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan perubahan sanksi tersebut.

Kontroversi semakin berkembang setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku telah meminta agar kartu merah Balogun ditinjau ulang.

"Saya hanya meminta dilakukan peninjauan ulang karena saya tidak menganggap itu sebuah pelanggaran," ujar Trump.

Ia juga menilai kartu merah yang diberikan wasit merupakan keputusan yang keliru.

Pernyataan Trump memunculkan spekulasi adanya pengaruh politik terhadap keputusan FIFA.

Menanggapi tudingan tersebut, Gianni Infantino mengakui sempat menerima panggilan telepon dari Donald Trump.

Namun, ia membantah telah melakukan intervensi terhadap proses pengambilan keputusan disiplin FIFA.

Dalam pernyataan resminya, Infantino menegaskan bahwa seluruh komite yudisial FIFA bekerja secara independen.

"Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati."

Bagi FairSquare, penjelasan tersebut belum cukup menjawab berbagai dugaan yang berkembang.

Dalam laporannya kepada IOC, organisasi itu menilai Infantino diduga melakukan sedikitnya lima pelanggaran terhadap prinsip netralitas politik.

Selain kasus Balogun, FairSquare juga menyoroti sejumlah tindakan Infantino yang dianggap menunjukkan dukungan terbuka kepada Donald Trump.

Beberapa di antaranya adalah:

- Kehadiran pada acara yang berkaitan dengan pelantikan Donald Trump pada Januari 2025.
- Dukungan terhadap pencalonan Trump sebagai penerima Nobel Perdamaian pada Oktober 2025.
- Pemberian FIFA Peace Prize kepada Donald Trump saat pengundian Piala Dunia 2026.
- Promosi situs penggemar resmi Piala Dunia 2026 yang disebut memiliki keterkaitan dengan entitas yang berafiliasi dengan Trump.

Menurut FairSquare, seluruh tindakan tersebut berpotensi melanggar kewajiban Infantino sebagai anggota IOC yang harus menjaga independensi dan netralitas politik.

Sebelum melapor ke IOC, FairSquare juga telah mengajukan laporan serupa kepada Komite Etik FIFA pada Desember tahun lalu.

Laporan tersebut mendapat dukungan dari Federasi Sepak Bola Norwegia serta sekitar 50 anggota Parlemen Eropa yang mengirimkan surat terpisah pada akhir Juni.

Hingga berita ini ditulis, baik IOC maupun FIFA belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan penyelidikan terhadap Presiden FIFA tersebut.* (km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS, Didorong Inflasi Amerika Serikat yang Lebih Rendah
Sekda Aceh Muhammad Nasir Resmi Pimpin KORPRI Aceh 2025–2030, Siap Perkuat Birokrasi dan Pelayanan Publik
Harga Emas Antam Turun, 1 Gram Kini Dibanderol Rp2,615 Juta
Rupiah Tembus Rp18.129 per Dolar AS! Apa Penyebab Pelemahan Hari Ini?
Audiensi MPK Indonesia, Rico Waas Tegaskan Komitmen Bangun SDM Unggul Lewat Pendidikan
Rupiah Anjlok ke Rp18.109 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah dan Sentimen Domestik Jadi Sorotan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru