Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN — Euforia menyelimuti masyarakat Indonesia setelah Tim Nasional Indonesia berhasil meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Di balik keberhasilan tersebut, terdapat sejumlah pemain yang memiliki hubungan dengan Sumatera Utara, khususnya Medan.
Sedikitnya tiga pemain yang disebut berdarah Medan bergabung dengan Timnas Indonesia dalam ajang tersebut.
Baca Juga:
Mereka adalah Ole Romeny, Luke Vickery, dan Egy Maulana Vikri.
Ketiganya memiliki latar belakang berbeda. Ada yang lahir di Medan, sementara lainnya memiliki garis keturunan Medan dari keluarga sang ibu.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia hingga berhasil meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Ole Romeny, Keturunan Medan dari Garis Ibu
Ole Romeny memiliki nama lengkap Ole Lennard ter Haar Romenij. Ia lahir di Nijmegen, Belanda, pada 20 Juni 2000.
Meski lahir dan besar di Belanda, Romeny memiliki darah Indonesia dari garis keluarganya.
Nenek dari pihak ibunya disebut berasal dari Medan, Sumatera Utara.
Karier sepak bola Romeny dimulai ketika berusia delapan tahun bersama DVOL Lent. Pada 2011, ia kemudian bergabung dengan akademi NEC Nijmegen.
Romeny mendapat kesempatan masuk ke tim utama NEC Nijmegen pada 2018.
Debut profesionalnya berlangsung pada 19 Januari 2018 saat NEC menghadapi Almere City di Eerste Divisie.
Selama memperkuat NEC Nijmegen pada periode 2017 hingga 2022, Romeny mencatat sejumlah penampilan dan gol di berbagai kompetisi. Ia juga sempat dipinjamkan ke Willem II.
Pada 2022, Romeny bergabung dengan FC Emmen. Ia kemudian memperkuat FC Utrecht sebelum melanjutkan kariernya ke Oxford United pada 2025.
Di level internasional, Romeny kemudian menjadi bagian dari Timnas Indonesia dan turut memperkuat skuad dalam perjalanan menuju gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Luke Vickery, Darah Medan dari Nenek
Nama lain yang disebut memiliki darah Medan adalah Luke Vickery.
Vickery lahir di Hawaii, Amerika Serikat, pada 25 Oktober 2005.
Ia memiliki kewarganegaraan Australia dan Amerika Serikat serta dapat bermain di sejumlah posisi, seperti sayap kanan, sayap kiri, maupun penyerang tengah.
Darah Indonesia dalam keluarga Vickery berasal dari garis neneknya dari pihak ibu. Neneknya disebut lahir di Medan dan memiliki keturunan Belanda-Hindia Belanda.
Vickery kemudian pindah ke Belanda ketika berusia sembilan tahun.
Karier profesionalnya dimulai bersama Western United pada 2024. Setelah itu, pada September 2025, ia bergabung dengan Macarthur FC dengan kontrak hingga Juni 2027.
Vickery dikenal sebagai pemain yang memiliki kecepatan dan kemampuan dalam duel satu lawan satu. Ia juga dapat menggunakan kedua kakinya.
Sebelum dikaitkan dengan Timnas Indonesia, Vickery pernah membela Timnas Australia U-19.
Latar belakang keturunan Indonesia dari garis keluarganya kemudian membuat namanya menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian dalam kaitannya dengan sepak bola Indonesia.
Egy Maulana Vikri, Putra Medan
Berbeda dengan Romeny dan Vickery, Egy Maulana Vikri lahir langsung di Medan, Sumatera Utara, pada 7 Juli 2000.
Egy sudah mengenal sepak bola sejak kecil. Ia mulai berlatih di sekolah sepak bola (SSB) yang juga menjadi tempat ayahnya melatih.
Kemampuan Egy dalam mengolah bola mulai menarik perhatian ketika ia memperkuat SSB Tasbi dalam Kejuaraan Grassroots Indonesia U-12 pada 2012.
Dalam turnamen tersebut, Egy tampil sebagai salah satu pemain penting dan menjadi pencetak gol terbanyak.
Penampilannya kemudian menarik perhatian pelatih Timnas Indonesia junior, Indra Sjafri.
Karier Egy berkembang hingga ke level internasional. Ia pernah memperkuat Lechia Gdańsk di Liga Polandia dan bermain sebagai gelandang sayap.
Pada 1 Juni 2017, Egy menjalani debut bersama Timnas Indonesia U-19 dalam turnamen Toulon 2017.
Penampilannya membuatnya mendapat penghargaan sebagai Pemain Terobosan Turnamen.
Egy kemudian melanjutkan karier di Eropa sejak 2018 sebelum kembali melanjutkan perjalanan sepak bolanya di Indonesia.
Ole Romeny, Luke Vickery, dan Egy Maulana Vikri memiliki latar belakang yang berbeda.
Romeny dan Vickery lahir di luar Indonesia tetapi memiliki garis keturunan dari Medan, sedangkan Egy lahir dan tumbuh di Medan.
Ketiganya kemudian menjadi bagian dari perjalanan Timnas Indonesia dalam FIFA ASEAN Cup 2026.
Keberadaan pemain dengan latar belakang dan pengalaman berbeda tersebut menambah warna dalam skuad Indonesia.
Bagi masyarakat Medan dan Sumatera Utara, kiprah ketiga pemain tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri karena memiliki hubungan dengan daerah tersebut.
Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 pun menjadi momen penting bagi sepak bola Indonesia, sekaligus memperlihatkan kontribusi pemain dengan berbagai latar belakang dalam skuad Garuda.* (tm/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.