Dugaan Ketidakterbukaan Pengelolaan Dana MTQ, Kepemimpinan Kabag Kesra Disorot
BATU BARA Polemik pengelolaan anggaran Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) KeXVII Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran
NASIONAL
CIREBON –Kasus kematian Vina Cirebon yang telah mengguncang publik selama beberapa bulan terakhir kembali menjadi sorotan dengan terungkapnya bukti baru dari ponsel korban. Pihak berwenang kini tengah menghadapi tantangan besar setelah HP Vina dibongkar dan data percakapan di dalamnya diungkap ke publik. Apakah dengan bukti baru ini, kasus yang sudah berlarut-larut selama delapan tahun akan segera menemukan titik terang?
Kasus yang Tak BerujungKasus Vina, yang terjadi di Cirebon pada 2016, telah menjadi perhatian serius bagi banyak pihak. Namun, hingga kini, kasus ini tampak seperti tidak ada ujungnya. Setiap saat muncul saksi baru dengan keterangan yang sering kali disertai dengan keraguan. Banyak yang menganggap saksi-saksi ini hanya mencari popularitas. Dengan adanya bukti terbaru dari HP Vina, masyarakat bertanya-tanya apakah kasus ini akan segera mencapai akhir.
Ekstraksi Data HP: Bukti Baru TerungkapSalah satu perkembangan terbaru dalam kasus ini adalah pembongkaran data dari HP Vina oleh pihak Saka Tatal, yang berhasil menemukan bukti komunikasi elektronik antara Vina dan dua rekannya, Mega dan Widi. Bukti ini terungkap setelah dilakukan ekstraksi data dari ponsel Vina, yang mengungkapkan chat-chat penting pada malam kejadian.
Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri, yang sebelumnya meragukan keterangan dari berbagai pihak, memberikan tanggapannya terhadap bukti ini. Menurut Reza, keterangan yang diberikan oleh Mega dan Widi, yang merupakan teman Vina, sekarang menjadi sangat relevan dan valid karena telah dibuktikan melalui hasil ekstraksi data.
Keterangan Mega dan Widi: Validitas yang TerbuktiReza Indragiri menekankan bahwa keterangan Mega dan Widi memiliki potensi untuk mengubah simpulan terhadap kasus Cirebon. Keterangan ini, menurut Reza, menjadi sangat signifikan karena didukung oleh bukti komunikasi elektronik yang ditemukan. “Keterangan yang disampaikan oleh Mega dan Widi adalah valid, karena sudah terbukti melalui hasil ekstraksi data,” ujar Reza.
Bukti yang ditemukan menunjukkan bahwa pada malam kejadian, pukul 22.14 WIB, Vina masih berkomunikasi dengan Mega. Dalam chat tersebut, Vina mengajak Mega untuk keluar bersama. Hal ini bertentangan dengan keterangan saksi Suroto, yang mengaku menemukan Vina dan Eky tergeletak di Jembatan Talun pada pukul 22.15 WIB.
PR untuk Mabes PolriDari temuan ini, Reza menekankan ada dua pekerjaan rumah (PR) penting bagi Mabes Polri. Pertama, Mabes Polri harus memverifikasi keaslian bukti yang diperoleh oleh pihak Saka Tatal. Kedua, Mabes Polri harus menanggapi gugatan perdata yang dilayangkan oleh Herwanto Nurmansyah, yang meminta agar rekaman CCTV dan bukti komunikasi elektronik dari pihak terkait dibuka.
“Mabes Polri harus segera melakukan konferensi pers untuk memvalidasi bukti-bukti yang telah ditemukan,” tegas Reza.
Bukti Chat Vina: Menyingkap Kebenaran?Dalam bukti chat yang terungkap, tampak jelas bahwa pada pukul 22.14 WIB, Vina masih menghubungi Mega dengan ajakan untuk keluar bersama. Bukti ini menunjukkan bahwa Vina masih hidup pada waktu tersebut, yang bertentangan dengan putusan yang menyebutkan bahwa Vina dan Eky telah tergeletak di lokasi kejadian pada waktu yang hampir bersamaan.
Edwin Partogi Pasaribu, kuasa hukum Saka Tatal, mengungkapkan bahwa ia telah memiliki bukti chat ini sejak lama, namun baru menyadari pentingnya bukti ini setelah disarankan oleh Reza Indragiri untuk melakukan ekstraksi data. Edwin menyimpulkan bahwa keterangan Mega dan Widi tidak berdiri sendiri, melainkan didukung oleh bukti percakapan tersebut.
“Percakapan tersebut menunjukkan bahwa pada malam kejadian, pukul 22.14 WIB, Vina dan Mega masih berkomunikasi biasa. Ini berbeda dengan putusan yang ada di berkas perkara,” ungkap Edwin.
Kesimpulan dan Langkah SelanjutnyaMeskipun bukti baru ini memberikan harapan untuk menemukan kejelasan dalam kasus Vina, tantangan masih ada. Keberadaan bukti chat yang tidak pernah dihadirkan di persidangan menjadi sorotan utama. Kasus ini masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang untuk memastikan bahwa setiap detail diperiksa dengan seksama.
Dengan terungkapnya bukti baru ini, masyarakat dan pihak berwenang harus bekerja sama untuk memastikan bahwa kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan. Kasus Vina, yang telah berlarut-larut selama delapan tahun, mungkin akhirnya mendekati akhir, tetapi banyak pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
(N/014)
BATU BARA Polemik pengelolaan anggaran Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur&039an (MTQ) KeXVII Kabupaten Batu Bara Tahun Anggaran
NASIONAL
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster menekankan perlunya perhatian serius terhadap kasus HIV/AIDS yang masih me
KESEHATAN
DENPASAR Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ni Putri Suastini Koster memberikan dukungan penuh kepada Rasha Azzahra, siswi kelas XI SMAS Santo
NASIONAL
MEUREUDUE Memasuki hari ketiga kunjungan kerja di Aceh, Sabtu (21/2/2026), Menteri Dalam Negeri RI Tito Karnavian selaku Ketua Satgas Pe
PEMERINTAHAN
PAMEKASAN Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem koperasi nasional saat pe
PERTANIAN AGRIBISNIS
SURAKARTA Pakubuwono XIV menggelar acara buka puasa bersama di Sasana Narendra, Sabtu (21/2) sore. Kegiatan berlangsung khidmat dan diha
NASIONAL
JAKARTA Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Setyawan membeberkan dugaan intervensi kuat dalam proses sewa Terminal PT Orbit Terminal Merak ol
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TENGAH Pembangunan infrastruktur di pedalaman Aceh Tengah terus menunjukkan kemajuan signifikan. Prajurit TNI dari Kodim 0106/Aceh
NASIONAL
PASAMAN Komando Daerah Militer XX/Tuanku Imam Bonjol bergerak cepat merespons dampak bencana alam yang memutus akses transportasi warga d
NASIONAL
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Bali pada Minggu, 22 Februari 2026. Cuaca
NASIONAL