Rupiah Melemah hingga Rp 17.000, Purbaya: Tanya ke Bank Sentral
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah hingga mendekati Rp 17.000 per
EKONOMI
PENULIS : DAHLAN ISKAN
Ini keputusan tepat: lokasi pembangunan kilang BBM yang baru berada di Pulau Pemping. Bukan di Tuban, Jatim atau tempat lainnya.
Pulau Pemping lebih dekat ke Singapura daripada ke daerah induknya, Batam. Luasannya pun pas: 160 km2. Ukuran pulaunya sekitar 10 x 15 km. Penduduknya hanya 1000 orang.
Saya bisa membacanya: ini sekalian untuk pertahanan negara. Agar eksistensi Indonesia di kawasan itu kian kuat.
Secara logistik posisi pulau Pemping juga tepat: di jalur pelayaran kapal-kapal besar. Anda sudah tahu: kita harus impor minyak mentah untuk bahan baku kilang besar. Pun bila kilang itu dibangun di Jawa atau tempat lain.
Tentu Sabang juga lokasi yang sangat tepat. Sudah punya pelabuhan yang besar dan dalam yang praktis terus menjanda. Juga di jalur pelayaran internasional.
Bahwa pilihannya di Pemping tentu sudah dipertimbangkan dari berbagai sisi.
Maka dengan membangun kilang besar di Pemping, crude dari Timur Tengah akan langsung ke situ. Efisien. Bisa menggunakan tanker raksasa.
Bersamaan dengan itu akan dibangun tangki-tangki untuk menampung crude.
Di pulau lain lagi: Pulau Senipah. Letaknya lebih dekat lagi ke Singapura. Boleh dikata Senipah adalah pulau terdekat dengan Singapura. Benar-benar hanya sepelemparan batu. Kalau Anda naik kapal cepat dari Batam ke Singapura Anda pasti melihat pulau ini di kiri Anda.
Pulau ini tidak berpenduduk. Hanya petugas TNI-AL yang ada di sana. Luasnya berubah-ubah: kalau laut lagi surut bisa 6 km2. Lebarnya sekitar 2 km, panjangnya 3 km. Tapi kalau laut lagi pasang, luas daratannya tinggal 3 km.
Tentu cukup untuk membangun tangki-tangki minyak mentah. Lalu dihubungkan dengan pipa bawah laut. Dari sini minyak mentah dialirkan ke kilang di Pulau Pemping.
Siapa tahu luas pulau Senipah bisa dipermanenkan: saat pasang pun bisa tetap 6 km2. Caranya: ikut cara Singapura. Pantai dangkalnya direklamasi.
Dari mana dana pembangunan kilang baru itu? Bukankah diperlukan dana lebih Rp 100 triliun?
Yang saya baca dari media: Danantara yang akan mendanainya.
Soal dana ini saya pun ingat: pernah terlibat dalam rapat kecil pembangunan kilang besar. Hanya sebagai figuran. Fungsi saya tidak lebih dari "orang yang harus hadir".
Proyek itu dibahas sangat detil. Kesulitan terbesar adalah dari mana dapat uang begitu untuk membangunnya.
Keuangan Pertamina pasti tidak mampu. APBN tidak bisa mengalokasikan proyek sebesar itu. Kalah prioritas dengan kebutuhan lain.
Kadang soal prioritas itu seperti paradoks: toh banyak proyek lain yang kurang tepat. Yang hanya membuat ICOR kita tidak baik. Kalau saja bisa dilakukan penghematan di banyak kementerian uang sebesar itu kecil. Apalagi kalau dilihat dari angka korupsi.
Sejak awal kecenderungannya memang harus pakai dana investor. APBN harus lebih fokus untuk rakyat. Tapi mencari investor tidak mudah. Bukan soal besarnya biaya tapi tipisnya margin yang didapat. IRR kilang itu, kesimpulan rapat tersebut, sangat rendah. Hanya enam. Investor baru tertarik kalau IRR-nya 12. Setidaknya 10. Kalau IRR-6 mending Anda taruh uang di saham atau di deposito.
Tentu Danantara tahu itu. Ia tahu kini harus memasuki bisnis dengan risiko tinggi yang IRR-nya rendah. Tapi dengan mendanai proyek ini hasilnya nyata: Presiden Prabowo bisa memenuhi program utamanya di bidang ketahanan energi. Indonesia langsung bisa swasembada BBM --enam tahun lagi. Apalagi kalau pemakaian BBM terus menurun oleh maraknya mobil listrik.
Manakala proyek kilang itu nanti jadi, tentu pemandangan malam di jalur ferry Batam-Singapura akan berubah: gemerlapan. Biasanya sampai di posisi pulau Pemping laut Indonesia terasa gelap. Dalam kegelapan itu kita bisa melihat Singapura yang mandi cahaya.
Salah satunya cahaya terang dari kilang BBM ukuran besar milik Singapura --sumber impor BBM kita sejak Anda belum dilahirkan ke dunia. (disway.id)
Penulis adalah wartawan senior
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah yang melemah hingga mendekati Rp 17.000 per
EKONOMI
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengunjungi Posko Peduli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Mudik Aman di Terminal
NASIONAL
BANDA ACEH Menjelang tradisi Meugang Idul Fitri yang selalu diperingati dengan menyantap hidangan daging, Pemerintah Aceh memastikan bah
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik korupsi dengan melakukan penyitaan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan serangkaian penggeledahan di sejumlah lokasi terkait dugaan pemerasan yang melibatk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua DPP PKB, Daniel Johan, menanggapi pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut ada pengamat yang tidak menyukai kebe
NASIONAL
DELI SERDANG Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang menegaskan bahwa seluruh alat dan mesin pertanian (alsintan) milik pemerintah ya
PERTANIAN AGRIBISNIS
BINJAI Pemerintah Kota Binjai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan oleh Kemen
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat soliditas Kot
PEMERINTAHAN
MEDAN Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Jalan Sultan Serdang, khususnya akses dari Simpang Kayu Besar menuju Bandara Kualanamu, saat i
NASIONAL