Pujian John Herdman untuk Shin Tae-yong dan Patrick Kluivert Jelang Indonesia vs Saint Kitts
JAKARTA Jelang laga Indonesia vs Saint Kitts & Nevis dalam FIFA Series 2026, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pujian k
OLAHRAGA
Oleh:Dr. Bukhari, M.H., CM
DI tengah era digital yang penuh emosi meledak-ledak, kita sering melihat orang-orang membalas luka dengan luka, membalas hinaan dengan cacian, bahkan membalas pengkhianatan dengan tindakan yang lebih kejam. Seolah-olah kita merasa lega setelah "membalas". Padahal, kebanyakan dari kita hanya sedang meniru kejahatan yang sama, dan menjelma menjadi sosok yang dulu kita benci.
Padahal, balas dendam terbaik adalah tidak menjadi seperti musuhmu. Sebab pada saat kita menahan diri untuk tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, kita sedang menempatkan diri di sisi yang lebih tinggi secara moral, spiritual, dan sosial. Kita menang bukan karena kita membalas, tapi karena kita tidak ikut jatuh dalam lubang yang sama.
Nilai ini sangat dalam. Ia mengajarkan bahwa kekuatan sejati bukanlah kemampuan membalas, melainkan kemampuan mengendalikan diri. Dalam Islam, Nabi Muhammad SAW adalah contoh paling nyata: dihina, dilempari batu, bahkan difitnah tapi beliau membalas semuanya dengan pemaafan dan kasih sayang. Mengapa? Karena beliau tahu, kebaikan tidak boleh dikalahkan oleh kebencian.
Dalam psikologi modern pun, pembalasan tidak pernah membuat kita benar-benar merasa damai. Yang terjadi justru sebaliknya: dendam membuat luka semakin dalam. Tapi ketika kita memilih untuk tidak membalas, kita sedang memutus rantai kebencian. Kita memberi ruang bagi perbaikan dan pertumbuhan, bukan permusuhan yang abadi.
Dan mari kita jujur: dunia ini tidak kekurangan orang yang dendam, tapi sangat kekurangan orang yang mampu memaafkan. Maka, menjadi pribadi yang tidak seperti musuhmu adalah sikap revolusioner. Dalam masyarakat yang gampang marah dan mudah tersulut, menjadi orang yang tenang dan memaafkan adalah bentuk perlawanan paling elegan.
Namun lebih dari itu, kita diajak untuk tidak sekadar memaafkan, tapi juga terus berbuat baik di jalan yang diridhai Allah SWT. Karena kebaikan yang tidak disandarkan pada nilai-nilai ilahi akan mudah goyah oleh pujian atau kekecewaan. Maka ketika kita memilih untuk tidak membalas, hendaknya bukan karena takut, tapi karena sadar bahwa Allah Maha Adil, dan sebaik-baiknya balasan akan datang dari-Nya.
JAKARTA Jelang laga Indonesia vs Saint Kitts & Nevis dalam FIFA Series 2026, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memberikan pujian k
OLAHRAGA
SERDANG BEDAGAI Sebuah kecelakaan tragis terjadi di Jalan Tol Sei Rampah, Kilometer 54, yang melibatkan kendaraan Toyota Kijang Kapsul d
PERISTIWA
MEDAN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara kembali melakukan penahanan terhadap tersangka dugaan korupsi yang melibatkan Penerimaan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Direktorat Reserse Siber (Direskrimsus) Polda Sumatera Utara (Sumut) berhasil mengungkap praktik perjudian online yang melibatkan
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU Sebuah kecelakaan beruntun melibatkan lima kendaraan terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Desa Janji, Kecamatan Bilah
NASIONAL
JAKARTA Tifauzia Tyassuma, yang lebih dikenal dengan sebutan Dokter Tifa, menegaskan bahwa dirinya tidak akan mengajukan permohonan rest
POLITIK
BATU BARA Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., secara resmi melepas keberangkatan Tim Sepak Bola Batu Bara United yang aka
OLAHRAGA
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi dari Serikat Pekerja Kehutanan di ruang kerjanya, K
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan blusukan ke permukiman warga di bantaran rel kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Ka
POLITIK
MAKASSAR Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa stok beras nasional dalam kondisi aman meskipun dampak fenomena El Nino di
EKONOMI