Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
Oleh: Raman Krisna
MENJELANG akhir tahun ajaran, hampir di setiap sudut negeri, sekolah-sekolah dari jenjang TK hingga SMA sibuk mempersiapkan acara wisuda atau pelepasan siswa.
Seremoni ini, meski tak diwajibkan oleh Permendikbud, seolah menjadi rutinitas yang tak bisa dihindari.
Ironisnya, di balik pakaian toga, panggung megah, dan foto kenangan, terselip fakta yang getir: pungutan biaya wisuda yang kerap memberatkan orang tua murid.
Muncul anggapan bahwa acara ini menjadi ajang "menjual momen", celah mencari keuntungan bagi pihak sekolah.
Namun, mari kita lihat lebih jujur dan lebih dalam: mungkinkah ini juga merupakan jeritan diam para guru yang selama ini hidup dalam bayang-bayang ketidakadilan?
Kepala TK Karima, Ibu Haja Topla, S.Pd., ketika diwawancarai wartawan bitvonline.com pada Kamis, 15 Mei 2025, menyampaikan kenyataan yang mencengangkan, guru di sekolahnya hanya menerima gaji Rp200.000 per bulan.
Ya, dua ratus ribu rupiah. Jumlah yang bahkan tak cukup untuk membeli beras sebulan. Inikah wajah pendidikan kita? Inikah wujud penghargaan bangsa terhadap profesi pendidik?
Fakta ini bukan kasus tunggal. Ribuan guru honorer di Indonesia menghadapi nasib serupa: bekerja keras mendidik anak bangsa, namun hidup nyaris tanpa penghasilan.
Mereka bertahan bukan karena gaji, tapi karena panggilan jiwa. Tapi sampai kapan idealisme harus terus ditukar dengan kemiskinan?
Sudah saatnya pemerintah berhenti berpura-pura tak melihat. Ini bukan sekadar masalah teknis birokrasi, ini masalah moral.
Ketika negara tak mampu menyejahterakan guru, berarti negara telah gagal melindungi fondasi utama pembentukan karakter dan kecerdasan bangsa.
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL