BREAKING NEWS
Jumat, 13 Maret 2026

Dilahap Korupsi

Redaksi - Jumat, 04 Juli 2025 07:33 WIB
Dilahap Korupsi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Selain dari sisi nilai, sebaran pelakunya juga makin meluas. Mulai pejabat pemerintah, dari yang levelnya rendah hingga tinggi, tingkat pusat dan daerah; anggota DPR dan DPRD; sampai dengan aparat pengadilan termasuk hakim agung. Mereka seperti semakin tidak punya rasa takut menggarong uang rakyat.

Alexander Marwata saat menjabat komisioner KPK pada satu kesempatan pernah mengatakan koruptor tidak takut berbuat culas lantaran keuntungan yang mereka peroleh dari hasil mencuri uang negara lebih besar ketimbang risiko yang dihadapi ketika tertangkap akibat korupsi. Para pejabat bisa jadi sadar akan risiko bakal tertangkap, tetapi jalan korupsi tetap menjadi pilihan karena terbentang peluang meraup megakeuntungan.

Ironisnya, realitas di depan mata itu tidak membuat upaya pemberantasan rasywah di negara ini menjadi lebih baik. Pendekatan pada sisi penindakan tak banyak berubah, begitu pula pada sisi upaya pencegahan dan pengawasan. Buktinya, korupsi malah makin tak tercegah dan terawasi. Faktanya, tuntutan ringan, vonis ringan, bahkan obral diskon hukuman masih saja jadi kebiasaan di ruang pengadilan.

Kejahatannya dianggap luar biasa, tapi penanganannya sangat jauh dari luar biasa. Korupsinya naik kelas, tapi spirit, strategi, dan lembaga pemberantasannya masih di kelas yang itu-itu saja. Semoga saja tidak malah turun kelas.

Kalau kayak begitu kondisinya, patutkah kita berharap korupsi bakal cepat mati? Jangan-jangan malah negara ini yang 'mati' duluan karena keburu dilahap kerakusan korupsi.* (mediaindonesia.com)

*) Penulis adalahDewan Redaksi Media Group

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru