Cuma 2 dari 34 Kanwil Capai Target di 2025, Purbaya Yakin Tahun Ini Jauh Lebih Baik
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
OIeh:Leistar Adiguna
DI seluruh dunia, revolusi AI generatif telah memicu perdebatan sengit, seperti saat publik ramai membahas platform AI generatif yang menyediakan fitur mengubah foto menjadi gambar ala Studio Ghibli.
Isu utamanya terdapat pada kompetisi yang dianggap tidak adil antara kreator Studio Ghibli yang mendedikasikan puluhan tahun menciptakan gaya khas Ghibli yang legendaris dan AI yang tinggal mencomot gaya tersebut dalam beberapa detik saja untuk diterapkan pada setiap request. Publik seperti sedang melihat para kreator dari Ghibli diremehkan oleh teknologi kemarin sore.
Isu lainnya adalah masalah persetujuan serta hak cipta. Pertanyaan terbesarnya adalah apakah para seniman atau Studio Ghibli memberikan izin agar karya mereka digunakan untuk melatih AI?
Biasanya, jawabannya tidak. Karya mereka diambil dari internet dan menjadi data latih tanpa persetujuan. Inilah yang menciptakan area abu-abu hukum dan etika. AI secara efektif mengkomodifikasi gaya kreatif tanpa memberikan kompensasi kepada pencipta aslinya.
Kasus ini dan berbagai macam kasus lainnya membuat para seniman, musisi, dan penulis menuntut aturan baru dan sistem lisensi yang adil agar karya mereka tidak dicuri untuk melatih AI.
Di Uni Eropa, undang-undang AI mulai dibuat, sementara di Amerika Serikat, kasus-kasus hukum menjadi tumpuan harapan. Namun, di Indonesia, tantangannya jauh lebih rumit. Industri kreatif kita tidak hanya menghadapi "badai" AI yang datang, tetapi juga berlayar di "laut" yang sudah sarat dengan masalah: rendahnya kesadaran apresiasi, budaya "gratisan," dan lemahnya penegakan hukum terhadap karya orisinal.
Dua tantangan ini, baik global maupun lokal, sebenarnya adalah sebuah wake up call. Jika kita tidak membenahi fondasi di rumah, upaya apa pun untuk beradaptasi dengan AI akan sia-sia.
Solusi Global Saja Tidak Cukup untuk Indonesia!
Ada dua macam solusi global yang diajukan untuk mengatasi isu-isu AI ini, seperti undang-undang baru yang secara spesifik mengatur penggunaan data untuk pelatihan AI dan sistem lisensi data yang mengatur para developer AI untuk membayar kompensasi kepada seniman yang karyanya digunakan untuk melatih AI.
Secara umum, solusi yang sedang dipertimbangkan oleh para penyusun regulasi global berpotensi dapat menyelesaikan polemik tentang AI ini, tetapi sayangnya solusi tadi tidak bisa menjadi satu-satunya jawaban untuk Indonesia.
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis kinerja penerimaan pajak pada 2026 akan jauh lebih baik dibandingkan tah
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) masih menginvestigasi penyebab dugaan keracunan yang menimpa 707 siswa dan guru SMKN 6 Semarang, Jawa Te
KESEHATAN
JAKARTA Harga logam mulia berupa emas diperkirakan masih akan bergerak fluktuatif pada perdagangan pekan depan. Pergerakan ini didorong ol
EKONOMI
JAKARTA Tiga tim telah resmi tersingkir dari ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026, terdiri dari dua tim di Grup A dan satu tim di G
OLAHRAGA
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara (suspend) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangturi usai kasus dugaan k
PERISTIWA
MEDAN Seorang pria bernama Fahrul Rozi (39) ditangkap personel Polrestabes Medan usai mencuri laptop milik Dedy David Napitupulu di dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono menyampaikan progres pembangunan kawasan Nusantara, khususnya proyek ka
EKONOMI
SUMENEP Kepanikan melanda ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa 2 saat api membakar kapal di perairan utara Pulau Sapudi, Sumenep. Dalam k
PERISTIWA
JAKARTA Kapal Motor (KM) Mutiara Sentosa 2 rute SurabayaMakassar dilaporkan terbakar di perairan Sumenep, Jawa Timur. Para penumpang tamp
PERISTIWA
ACEH BESAR Keindahan Pantai Babah Kuala Mon Ikeun di Aceh Besar berhasil memikat hati para wisatawan yang berkunjung. Deburan ombak yang b
PARIWISATA