BREAKING NEWS
Selasa, 17 Maret 2026

Indonesia Memasuki Krisis Fiskal: Utang Menjerat, Daerah Jadi Korban

Redaksi - Selasa, 26 Agustus 2025 11:18 WIB
Indonesia Memasuki Krisis Fiskal: Utang Menjerat, Daerah Jadi Korban
Irwan Daulay (foto:ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Islam memiliki seperangkat aturan ekonomi yang bisa menjadi solusi bagi jebakan fiskal hari ini:

1. Menghapus Riba dan Utang Berbunga

Dalam Islam, riba diharamkan secara tegas (QS. Al-Baqarah: 275–279). Negara tidak boleh membiayai defisit dengan utang berbunga. Sebaliknya, pembiayaan publik diarahkan ke mekanisme syariah berbasis bagi hasil, bukan rente.

2. Mengelola Kekayaan Alam Sebagai Milik Umat

Rasulullah ﷺ menegaskan: "Kaum Muslim berserikat dalam tiga perkara: air, padang rumput, dan api (energi)"(HR. Abu Dawud).

Artinya, sumber daya vital seperti tambang emas, minyak, gas, batubara, hingga nikel tidak boleh diserahkan kepada swasta atau asing, tetapi harus dikelola negara untuk kepentingan rakyat. Dengan ini, penerimaan negara bisa melimpah tanpa pajak berlebih.

3. Menghapus Pajak Berlapis yang Menyiksa Rakyat

Pajak dalam Islam bukan sumber utama pendapatan negara, melainkan hanya mekanisme darurat ketika kas negara defisit.

Pemasukan utama berasal dari zakat, kharaj, jizyah, fai', dan hasil pengelolaan BUMN berbasis syariah atas SDA strategis.

4. Distribusi Kesejahteraan yang Adil

Sistem Islam menolak akumulasi kekayaan di segelintir elit. Dengan zakat sebagai instrumen wajib, harta yang berputar di kalangan kaya otomatis mengalir ke fakir miskin. Berbeda dengan kapitalisme, di mana utang dan pajak justru memperlebar jurang ketimpangan.

Penutup: Saatnya Berani Mencari Jalan Baru

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru