BREAKING NEWS
Kamis, 06 Agustus 2026

Menuju PLTN Pertama Indonesia Pada Tahun 2032

- Jumat, 07 November 2025 11:27 WIB
Menuju PLTN Pertama Indonesia Pada Tahun 2032
Ilustrasi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Berdasarkan PP KEN, Indonesia menargetkan porsi energi baru dan terbarukan mencapai 48% pada tahun 2040, dan energi nuklir diharapkan dapat berkontribusi sekitar 5–10% dari total kapasitas tersebut, menjadi pilar utama dalam mendukung sistem energi bersih dan berdaya saing tinggi.

PLTN dan Agenda Net Zero Emission
Untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada 2060, Indonesia membutuhkan sumber energi bersih yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga mampu menghasilkan daya besar secara konsisten.

Energi surya dan angin memang penting, tetapi sifatnya yang intermiten membuat keduanya memerlukan pendamping yang stabil.

Dalam konteks ini, energi nuklir menjadi jembatan yang realistis antara kebutuhan daya dan tuntutan dekarbonisasi.

Menurut International Atomic Energy Agency (IAEA), sebuah PLTN berkapasitas 1.000 MW dapat menghindarkan emisi hingga 8 juta ton CO₂ per tahun dibandingkan pembangkit batu bara.

Bila Indonesia mengoperasikan empat unit PLTN skala besar hingga 2040, total pengurangan emisi bisa mencapai lebih dari 30 juta ton CO₂ setiap tahun.

Selain itu, PLTN berperan penting dalam dekarbonisasi industri berat seperti baja, semen, dan petrokimia yang memerlukan energi panas bersuhu tinggi.

Energi dari reaktor dapat dimanfaatkan secara langsung untuk proses industri ini, menggantikan batu bara dan gas alam.

Dengan demikian, PLTN tidak hanya berfungsi sebagai penghasil listrik bersih, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi hijau, mendukung transisi menuju sistem produksi industri yang rendah karbon dan berkelanjutan.

Kontribusi Nuklir bagi Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan PLTN bukan hanya tentang energi, tetapi juga tentang investasi strategis bagi ekonomi nasional. PLTN menyediakan listrik stabil dan kompetitif yang dapat memperkuat daya saing industri nasional.

Menurut laporan World Nuclear Association (2024), setiap 1 GW PLTN mampu menciptakan sekitar 7.000 lapangan kerja langsung selama masa konstruksi dan lebih dari 600 pekerjaan tetap saat beroperasi.

Dampak ekonomi tidak berhenti di situ, sektor manufaktur, logistik, dan penelitian juga akan mengalami pertumbuhan signifikan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Transformasi Digital Transportasi Energi: Elnusa Petrofin Resmi Sambut Kunjungan KNKT ke Fasilitas RTC
Heboh soal BBM Campur Etanol, CEO Pertamina NRE Heran: Kenapa Ribut?
Pertamina Hulu Mahakam Raih Subroto Award 2025, Bukti Komitmen Dukung Produk Dalam Negeri
Pulau Saugi Terang Benderang: Bukti Nyata Listrik Surya Ubah Hidup Nelayan dan Anak Sekolah
Transisi Energi Pro-Rakyat, Pemerintah Kembangkan PLTSa, Biogas, dan Biomassa
Bali Siap Kolaborasi dengan Pusat dan Dunia Usaha untuk Energi Ramah Lingkungan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru