BREAKING NEWS
Jumat, 24 April 2026

Heboh soal BBM Campur Etanol, CEO Pertamina NRE Heran: Kenapa Ribut?

Adelia Syafitri - Jumat, 31 Oktober 2025 17:02 WIB
Heboh soal BBM Campur Etanol, CEO Pertamina NRE Heran: Kenapa Ribut?
Pertamina New & Renewable Energy (NRE). (foto: BUMNtrack)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – CEO Pertamina New & Renewable Energy (NRE), John Anis, mengaku heran dengan perdebatan publik mengenai penggunaan etanol dalam campuran bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.

Kekhawatiran masyarakat selama ini muncul dengan asumsi bahwa BBM campur etanol dapat merusak kendaraan.

John Anis menjelaskan, biofuel terbagi menjadi dua jenis, yakni biodiesel berbahan baku kelapa sawit dan bioetanol yang berbahan baku singkong atau tebu.

Baca Juga:

Menurutnya, perdebatan saat ini lebih banyak menyoroti bioetanol.

"Biofuels ada dua, yang pertama adalah biodiesel yang sudah cukup mature dari palm oil. Nah yang sekarang lagi rame adalah bioetanol, sebenarnya saya nggak tahu kenapa di Indonesia ribut-ribut ini," ujar John Anis dalam acara Synergizing Energy, Finance & Agribusiness for a Greener Future di DoubleTree by Hilton Jakarta, Tangerang Selatan, Jumat (31/10/2025).

John Anis menekankan bahwa bioetanol sejatinya sudah diterapkan di banyak negara besar, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, bahkan penggunaannya sudah bersifat mandatory atau diwajibkan.

"Di seluruh dunia, apalagi di negara-negara besar itu sudah mandatory. Di Amerika, di Eropa, itu sudah hampir seluruhnya pakai bioetanol. Jadi sudah mandatory sebenarnya di luar," jelasnya.

Selain pengembangan biofuel, John Anis juga menyoroti potensi energi bersih lain yang tengah dikembangkan Pertamina NRE, khususnya energi geothermal.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara kedua terbesar di dunia dalam pemanfaatan geothermal setelah AS, dengan potensi mencapai 24 gigawatt (GW), namun baru dimanfaatkan sekitar 11%.

"Kenyataannya adalah kita punya potensi sekitar 24 gigawatt, tapi baru terpakai sekitar 11% di Indonesia, sekitar 2,4-2,5 gigawatt. Di PGE sendiri, Pertamina Geothermal Energy, anak usaha kami, kami punya 3 gigawatt yang belum dikembangkan, dan akan dikembangkan. Ini dengan PLN kita akan coba upayakan itu semaksimal mungkin," ujarnya.

John Anis menegaskan, pengembangan biofuel dan energi bersih menjadi fokus utama Pertamina NRE dalam mendukung transisi energi berkelanjutan di Indonesia.*


Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK Serahkan Aset Rampasan Korupsi Dermaga Sabang Senilai Rp 27,6 Miliar ke Pertamina untuk Layanan Publik Aceh
PHI Pecahkan Rekor! Produksi Minyak & Gas Melejit di Triwulan III 2025
Setelah Hampir 3 Bulan Kosong, BBM RON 92 Kembali Hadir di SPBU bp!
Pertamina Hulu Mahakam Raih Subroto Award 2025, Bukti Komitmen Dukung Produk Dalam Negeri
Jawa Timur dan Merauke Jadi Lokasi Strategis Pabrik Bioetanol Nasional
Tangki Pertalite Terkontaminasi Air, Pertamina Hentikan Penyaluran SPBU Tanjung Morawa
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru