BREAKING NEWS
Kamis, 02 Juli 2026

MENEGUHKAN GERAKAN PENCERAHAN, MERAWAT ACEH DAN INDONESIA BERKEMAJUAN

BITV Admin - Rabu, 19 November 2025 07:39 WIB
MENEGUHKAN GERAKAN PENCERAHAN, MERAWAT ACEH DAN INDONESIA BERKEMAJUAN
DR. Nursanjaya Abdullah, Wakil ketua PDM Langsa, Dosen UNIMAL Lho' Seumawe, Aktivis Da'wah Aceh. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

3. Tantangan Pendidikan
Banyak sekolah masih tertinggal dalam mutu. Generasi muda lebih terpikat konten, bukan ilmu.

Di sinilah sekolah-sekolah Muhammadiyah harus tampil menjadi model pendidikan jujur, unggul, bernurani, dan membentuk karakter.

4. Tantangan Kemurnian Dakwah
di Aceh, dakwah tetap harus mencerahkan—bukan memecah. Kita perlu menjaga Aceh dari paham ekstrem kanan maupun ekstrem kiri, dari dakwah kebencian, dari politisasi agama, dan dari upaya mengaburkan nilai-nilai Islam rahmatan lil 'alamin.

Muhammadiyah sejak awal mengajarkan tauhid tanpa kompromi. Aceh juga sejak dulu memegang teguh tauhid. Tetapi di zaman sekarang, tantangan tauhid bukan lagi berhala batu atau pohon, melainkan: Berhala jabatan, Berhala kekuasaan, Berhala uang, Berhala popularitas di media sosial, dan berhala syahwat dunia.

Di sinilah peran Muhammadiyah untuk menghidupkan kembali tauhid sebagai energi peradaban, bukan sekadar dogma.

Karena dengan Tauhid yang benar akan melahirkan kejujuran dalam administrasi, menumbuhkan integritas akademik (yang mulai langka saat ini), mengembangkan etika kerja, menguatkan keberanian menegakkan kebenaran, dan memberantas budaya anti-suap, anti-manipulasi, anti-ketidakjujuran.

Aceh membutuhkan kebangkitan moral, bukan hanya aturan formal. Dan Muhammadiyah harus menjadi teladan moral, bukan hanya pengamat sosial.

Untuk itu, Aceh membutuhkan SDM unggul, bukan SDM yang hanya menguasai teori, melainkan yang kokoh aqidah, jujur akhlak, disiplin kerja, dan kuat kompetensi.

Melalui sekolah, madrasah, universitas, pesantren modern, dan kegiatan ortom, maka lewat IPM akan mencetak pemuda cerdas dan religius, dari NA membina muslimah berperan strategis, kaderisasi di Pemuda Muhammadiyah mencetak aktivis tangguh.

Aisyiyah yang membangun ghirah keluarga berkemajuan, kerja keras MDMC dalam melatih Aceh menjadi daerah tangguh bencana, dan Lazismu sebagai lembaga yang menyejahterakan umat dengan zakat yang amanah.

Semua ini harus ditingkatkan, ditata lebih modern, lebih disiplin administrasi, dan lebih profesional. Amal usaha Muhammadiyah di Aceh harus menjadi lambang keunggulan, bukan hanya simbol perjuangan.

Aceh hari ini menghadapi berbagai persoalan pelik. Namun, di sinilah Muhammadiyah Aceh harus berdiri sebagai Penjaga Moral Publik yang tidak masuk pusaran politik praktis, tetapi memberikan panduan nilai tentang kejujuran, amanah, objektif, anti-korupsi, anti-kolusi.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Rabu 19 November 2025: Sejumlah Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Rabu 19 November 2025: Sejumlah Wilayah Hujan Ringan
Bobby Afif Nasution Ajak GMNI Sumut Bersinergi Dukung Program Pemerintah
Prof Muryanto Amin Terpilih Kembali sebagai Rektor USU Periode 2026-2031
MAA Rumuskan Strategi Perkuat Adat Aceh di Tengah Arus Modernisasi
Jamkrindo Bersama Kejaksaan Tinggi Sumut Perkuat Pidana Sosial dan Penjaminan Pembangunan Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru