BREAKING NEWS
Rabu, 11 Maret 2026
Refleksi Hari Guru, 25 November 2025

Kenyamanan, Kunci Keberhasilan Pendidikan

Redaksi - Selasa, 25 November 2025 18:49 WIB
Kenyamanan, Kunci Keberhasilan Pendidikan
Muhammad Hanafiah S.Pd. M.Pd (Foto : Ist/ BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Memasuki awal tahun 2024, alarm bahaya semakin nyaring berbunyi dengan 141 kasus kekerasan yang dilaporkan. Sebanyak 35% di antaranya terjadi di lingkungan sekolah. Ini bukan sekadar statistik; ini adalah 141 cerita tentang mimpi yang terancam padam.

Data yang lebih mengejutkan datang dari Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang mencatat lonjakan kasus kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan menjadi 573 kasus pada tahun 2024.

Angka ini menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan dan menandakan bahwa sekolah belum sepenuhnya menjadi tempat yang aman.

Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) turut memberikan perspektif yang lebih detail. Pada tahun 2023, jenjang SMP menjadi arena perundungan tertinggi (50%), diikuti oleh SD (23%), serta SMA dan SMK (masing-masing 13,5%).

Dampak dari perundungan ini jauh lebih dalam dari sekadar luka fisik. Ia merobek kepercayaan diri, menanamkan trauma, dan memicu masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Secara akademis, korban perundungan seringkali mengalami penurunan konsentrasi, kehilangan motivasi belajar, dan akhirnya prestasi yang anjlok.

Dalam kasus-kasus paling tragis, perundungan bahkan merenggut nyawa, mendorong korban ke jurang keputusasaan hingga melakukan bunuh diri.

Baca Juga:

Ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan yang terjadi di tempat yang seharusnya menjadi pusat peradaban dan kasih sayang. Ketika sekolah gagal memberikan rasa aman, ia telah gagal dalam misi paling dasarnya.

Apakah Cara Kita Mengajar Salah?


Melihat data yang mengerikan tersebut, kita tidak bisa hanya menyalahkan individu siswa. Kita harus melakukan introspeksi yang lebih dalam: adakah yang salah dengan sistem dan budaya yang kita bangun di sekolah? Salah satu akar masalah yang sering luput dari perhatian adalah paradigma lama dalam mengajar.

Paradigma lama ini bercirikan pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered). Dalam model ini, guru adalah sumber pengetahuan tunggal, pemilik otoritas absolut di dalam kelas. Komunikasi berjalan satu arah: guru menerangkan, murid mendengarkan, mencatat, dan menghafal.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hari Guru Nasional 2025: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tekankan Peran Guru dan Sinergi Keluarga
Orang Tua Ambil Alih Peran Petugas Upacara, Peringatan Hari Guru di SMAN 53 Jakarta Jadi Sorotan
PW IPM Aceh Serukan Penguatan Peran Guru di Tengah Tantangan Pendidikan Baru
Siswa SD Muhammadiyah 1 Banda Aceh Rayakan Hari Guru dengan Cuci Motor Guru sebagai Bakti
Muhammadiyah Aceh Gelar Pendampingan Mutu Pendidikan di Delapan Wilayah, Momentum Hari Guru Nasional Jadi Pengungkit Perubahan
AATT Apresiasi Guru Indonesia: Pilar Masa Depan Bangsa di Hari Guru Nasional 2025
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru