Prabowo: Dunia Saat Ini Penuh Bahaya, Banyak Pemimpin Dunia Belum Mampu Menjaga Perdamaian
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti situasi dunia yang dinilai penuh ketidakpastian dan potensi konflik saat memberikan taklimat
NASIONAL
Disiplin seringkali ditegakkan dengan cara-cara yang kaku, bahkan tidak jarang dengan hukuman yang mempermalukan siswa di depan teman-temannya. Tujuannya mungkin baik, yaitu untuk menciptakan ketertiban. Namun, dampak jangka panjangnya bisa sangat merusak.
Ada beberapa ciri paradigma lama yang perlu dievaluasi. Pertama, otoritarianisme di kelas. Guru dipandang sebagai figur yang "maha tahu" dan tidak boleh dibantah.Suasana kelas menjadi tegang, dan siswa takut untuk bertanya atau mengungkapkan pendapat yang berbeda. Iklim semacam ini secara tidak langsung mengajarkan bahwa kekuatan dan senioritas adalah segalanya—sebuah bibit dari perilaku perundungan.Kedua, fokus pada kognitif. Abai pada afektif.
Sistem ini terlalu terpaku pada transfer pengetahuan (kognitif) dan seringkali mengabaikan perkembangan emosional dan sosial (afektif) siswa. Empati, kerja sama, dan kecerdasan emosional tidak mendapatkan porsi yang cukup dalam kurikulum "tersembunyi" di kelas.Ketiga, kompetisi yang tidak sehat. Sistem peringkat dan perbandingan antar-siswa yang terus-menerus dapat menciptakan lingkungan yang kompetitif secara negatif.
Siswa yang dianggap "kurang pintar" menjadi sasaran empuk ejekan. Sementara yang "pintar" bisa menjadi arogan.Keempat, ketidakpedulian terselubung. Karena fokus utama guru adalah menyelesaikan materi pelajaran, masalah-masalah personal siswa seperti kesedihan, kecemasan, atau konflik sosial seringkali dianggap sebagai "gangguan".
Guru mungkin melihat tanda-tanda perundungan—seperti seorang siswa yang menyendiri atau diejek—tetapi mengabaikannya karena menganggap itu "hanya candaan anak-anak".Lingkungan yang diciptakan oleh paradigma ini adalah lahan subur bagi perundungan.
Ketika hierarki kekuasaan (guru di atas murid) begitu kental, siswa akan menirunya dalam interaksi mereka (senior menindas junior, yang kuat menindas yang lemah).
Ketika empati tidak diajarkan dan dihargai, maka kekerasan verbal dan fisik menjadi hal yang dianggap wajar. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat yang hangat dan inklusif berubah menjadi miniatur hutan rimba di mana hukum "siapa kuat dia berkuasa" berlaku.
Bangun Oase Kenyamanan: Solusi Holistik
Jika paradigma lama adalah bagian dari masalah, maka paradigma baru yang berpusat pada kenyamanan adalah solusinya.
Kenyamanan di sini bukan berarti memanjakan siswa atau menghilangkan tantangan akademis.
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyoroti situasi dunia yang dinilai penuh ketidakpastian dan potensi konflik saat memberikan taklimat
NASIONAL
NIAS SELATAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Muhammad Bobby Afif Nasution, meresmikan Jembatan Bailey bersama Kepala Staf Angkatan Dara
PEMERINTAHAN
SERGAI Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Utara (Sumut) Surya mengajak masyarakat Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) untuk terus menjaga keb
PEMERINTAHAN
MEDAN Suasana hangat menyelimuti Gedung PKK Kota Medan saat Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menggelar buka puasa bersama deng
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyambut positif tawaran kerja sama dari Bank Sumut terkait digitalisasi sistem parkir
PEMERINTAHAN
MEDAN Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 H/2026 M, Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memimpin rapat koordinasi penyelenggaraan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Menko Polhukam) Mahfud MD menilai Indonesia perlu meninjau kembali keikutser
NASIONAL
JAKARTA Rumor mengenai ponsel lipat pertama Apple kembali memanas. Bocoran terbaru menunjukkan gambar desain yang diduga milik perangkat
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Bank Central Asia (BCA) kembali menghadirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2026, salah satu solusi pembiayaan bagi pelaku Usaha Mikro, K
EKONOMI
MEDAN Era digital memudahkan siapa saja untuk memperoleh penghasilan tambahan, termasuk saldo DANA gratis, hanya melalui aplikasi penghasi
EKONOMI