Kejari Medan Limpahkan Berkas Korupsi MFF 2024 ke PN, 4 Tersangka Segera Disidang
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Medan melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi kegiatan Medan Fashion Festival (MFF
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh:Ruben Cornelius Siagian
*PERANG dunia modern tidak lagi dimulai dengan deklarasi resmi atau pertempuran terbuka antarbenua. Dalam teori hubungan internasional kontemporer, konflik global abad ke-21 justru bergerak melalui eskalasi bertahap, konflik proksi, operasi intelijen terselubung, perang ekonomi, dan perang informasi (Metz 2000).
Inilah yang oleh (Azad, Haider, dan Sadiq 2023) disebut sebagai gray zone warfare,yang adalah ruang konflik di bawah ambang perang terbuka, tetapi cukup destruktif untuk mengubah tatanan global.Baca Juga:
Rangkaian peristiwa global mutakhir, antara lain; dari dugaan serangan drone terhadap simbol kekuasaan Rusia, eskalasi militer di Amerika Latin, hingga konfrontasi struktural Amerika Serikat–China menunjukkan bahwa dunia mungkin telah memasuki fase pra-operasi Perang Dunia III.
Bukan sebagai kepastian deterministik, tetapi sebagai pola historis yang berulang.
Serangan Simbolik, Risiko Eskalasi, dan Logika Kekuatan Besar
Dugaan serangan drone terhadap kediaman Presiden Vladimir Putin bukan sekadar insiden keamanan.
Dalam perspektif teori deterrence, khususnya gagasan (Paul, Morgan, dan Wirtz 2009) tentang the manipulation of risk, serangan terhadap simbol kepemimpinan negara adalah eskalasi simbolik yang memaksa respons strategis, meskipun pelaku dan motifnya masih diperdebatkan.
Dalam doktrin militer Rusia, ancaman terhadap kepala negara dikategorikan sebagai ancaman eksistensial, yang berpotensi membuka legitimasi eskalasi lebih luas (Kutcher 2023; Loza dkk. 2024). Smoke, R. (1977) telah lama mengingatkan bahwa perang besar sering dimulai bukan dari niat total, melainkan dari ketidakmampuan mengelola eskalasi bertingkat (Smoke 1977).
Terlepas dari bantahan Ukraina dan Amerika Serikat, inti persoalan bukanlah siapa yang benar, melainkan bagaimana narasi ancaman bekerja sebagai instrumen kekuasaan.
Biddle, S. (2010) menegaskan bahwa dalam perang modern, narasi strategis sering lebih menentukan dibanding kekuatan militer murni (Biddle 2010).
Perang Persepsi dan Spiral Dilema Keamanan
MEDAN Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Medan melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi kegiatan Medan Fashion Festival (MFF
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan kritik keras terhadap Paus Paus Leo XIV melalui unggahan di media sosialnya, T
INTERNASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengakui Stadion Teladan masih menyisakan sejumlah pekerjaan rumah (PR) menjelang gelaran P
OLAHRAGA
JAKARTA Juru Bicara (Jubir) Jusuf Kalla (JK), Husain Abdullah, buka suara usai JK dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait pernyataan soal m
NASIONAL
JAKARTA Wakil Presiden ke10 dan ke13 RI, Jusuf Kalla (JK), dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Mud
NASIONAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kerja ke
NASIONAL
MEDAN Pimpinan DPRD Sumatera Utara (Sumut) menyatakan dukungan terhadap sikap tegas Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dalam merespons insi
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menegaskan bahwa kritik terhadap pemerintah tidak boleh digeneralisasi sebagai
NASIONAL
TOBA Pencarian jasad Frater Christopher (21) yang tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Danau Toba, masih terus dilakukan hingga ha
PERISTIWA
NONTHABURI Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyampaikan permintaan maaf usai timnya gagal meraih gelar juara Piala AFF Fu
OLAHRAGA