Trump Resmi Teken Kesepakatan Damai dengan Iran di Prancis, Apa Dampaknya bagi Energi Dunia?
PRANCIS Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani memorandum kesepakatan damai dengan Iran dalam sebuah agenda resmi yang digel
INTERNASIONAL
Indonesia memiliki preseden historis kuat melalui Konferensi Asia-Afrika 1955 dan kepemimpinan dalam ASEAN. Dalam skenario ini, Indonesia akan secara aktif menginisiasi diplomasi multilateral, memperkuat ASEAN sebagai zona netral, dan menerjemahkan prinsip bebas-aktif ke dalam praktik nyata.
Namun, keberhasilan skenario ini sangat bergantung pada konsistensi kebijakan luar negeri, kohesi politik domestik, serta kemampuan Indonesia menjaga kredibilitas di mata seluruh blok kekuatan besar.
Skenario kelima merupakan kemungkinan paling berisiko, yaitu Indonesia terjebak dalam involuntary alignment.
Dalam perspektif structural realism (Glaser 2003), struktur sistem internasional yang sangat terpolarisasi dapat memaksa negara untuk berpihak, terlepas dari preferensi normatifnya.
Sejarah Perang Dingin menunjukkan bahwa banyak negara non-blok akhirnya terseret ke dalam konflik blok akibat tekanan ekonomi, militer, atau politik (Lüthi 2014).
Jika Indonesia menghadapi sanksi berat, ancaman ekonomi serius, atau ketergantungan strategis yang terlalu dalam pada satu blok, maka perubahan kebijakan luar negeri secara mendadak menjadi mungkin.
Konsekuensinya adalah hilangnya otonomi strategis Indonesia serta meningkatnya risiko instabilitas politik dan ekonomi domestik.

Dapat dilihat pada tabel di atas bahwa Indonesia cenderung memilih strategi ambigu–hedging dengan kecenderungan soft alignment ke BRICS, terutama di bidang ekonomi, sambil tetap mempertahankan narasi bebas–aktif.
Namun, semakin tinggi eskalasi geopolitik global, semakin besar tekanan yang berpotensi menggerus otonomi strategis Indonesia dan mendorong keterlibatan tidak langsung dalam kompetisi kekuatan besar.
Dari berbagai kemungkinan tersebut, hipotesis sintesis yang paling rasional adalah bahwa Indonesia akan menjalankan strategi ambigu–hedging, dengan kecenderungan soft alignment ke BRICS di bidang ekonomi, sambil tetap mempertahankan narasi bebas dan aktif secara diplomatik.
Strategi ini kemungkinan akan dipertahankan selama tekanan struktural belum mencapai titik kritis.
PRANCIS Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani memorandum kesepakatan damai dengan Iran dalam sebuah agenda resmi yang digel
INTERNASIONAL
OlehYogen SogenPADA Selasa, 16 Juni 2026, di Utan Kayu, Jakarta Timur, empat belas orang berdiri di depan kamera mengatasnamakan BEM Bersa
OPINI
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, mengalami pemadaman listrik bergilir pada Kamis, 18 Juni 2026. Pemadaman dilakukan s
PERISTIWA
MEDAN Sumatera Utara akan menjadi tuan rumah Pertemuan Tingkat Menteri IndonesiaMalaysiaThailand Growth Triangle (IMTGT) ke32 yang
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution menjajaki kerja sama dengan Finlandia dalam pengembangan pengolahan sampah men
PEMERINTAHAN
MEDAN Suasana haru dan penuh kebahagiaan menyelimuti kedatangan 207 jemaah haji asal Kota Medan yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Klo
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menerima kunjungan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Medan dalam rangka pendataan perdana Se
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, memberika
NASIONAL
LABUHANBATU Seorang warga di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, tewas diduga setelah menjadi korban penganiayaan yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
SERGAI Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menunjuk Bani Immanuel Ginting sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kejaksaan Neger
HUKUM DAN KRIMINAL