BREAKING NEWS
Selasa, 24 Februari 2026

Jangan Sembarang Sebut Pelanggaran HAM Berat dalam Penanganan Bencana Alam

BITV Admin - Senin, 05 Januari 2026 12:54 WIB
Jangan Sembarang Sebut Pelanggaran HAM Berat dalam Penanganan Bencana Alam
Trubus Rahardiansah. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Penanganan bencana alam tentu dimulai sejak kejadian bencana hingga pasca bencana, sehingga adanya korban jiwa pada saat kejidian bencana bukanlah pelanggaran HAM berat karena tidak ada unsur sengaja dari negara yang membuat jatuhnya korban jiwa.

Memang benar, penanganan bencana tidak pernah sempurna. Ada kendala medan, cuaca, keterbatasan data awal, dan persoalan koordinasi di tingkat daerah.

Namun keterbatasan teknis dan hambatan administratif dalam situasi darurat tidak bisa disamakan dengan kejahatan HAM berat. Kesalahan manajerial atau kekurangan kapasitas harus diperbaiki, bukan dikriminalisasi secara moral dengan label yang berlebihan.

Justru yang perlu dikritisi secara konstruktif adalah ketahanan sistem kebencanaan kita: kesiapan mitigasi, disiplin tata ruang, kualitas data, dan kapasitas pemerintah daerah.

Kritik di wilayah ini sah, penting, dan produktif. Tetapi menariknya ke ranah pelanggaran HAM berat tanpa dasar hukum yang kuat hanya akan mengaburkan makna HAM itu sendiri.

Jika istilah pelanggaran HAM berat digunakan secara serampangan, maka rezim HAM kehilangan bobotnya. Kejahatan luar biasa yang seharusnya ditangani dengan mekanisme luar biasa menjadi kabur maknanya, dan korban pelanggaran HAM yang sesungguhnya justru terpinggirkan.

Negara tidak kebal kritik. Namun kritik harus adil, proporsional, dan berbasis hukum. Dalam kasus bencana Sumatera, saya melihat negara hadir dan bekerja, meskipun masih ada ruang perbaikan. Menjaga ketepatan istilah adalah bagian dari menjaga keadilan itu sendiri.* (news.detik.com)


*)Penulis Adalah Pakar Kebijakan Publik, Guru Besar Universitas Trisakti.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gizi Perempuan dan Anak Korban Banjir
Ketika Cuaca Ekstrem Menjadi Normal Baru
Prabowo Jelaskan APBN Siap Digunakan untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Sumatera
“Kalian Keluarga Kami”: Prabowo Tinjau Posko Pengungsian di Langkat
Basarnas Akui Sarpras Minim saat Tangani Bencana Sumatera: Satu Kantor Layani 18 Kabupaten
Presiden Prabowo Perhatikan Korban Banjir-Longsor di Sumatera: Doa dan Bantuan Terus Disalurkan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru