Ojol di Medan Petisah Kaget, Sepeda Motornya Raib Hanya dalam Hitungan Detik
MEDAN Nasib sial menimpa seorang driver ojek online (Ojol) di Medan Petisah, Kota Medan. Sepeda motornya raib digondol pencuri ketika ia
HUKUM DAN KRIMINAL
Perlu diperiksa secara bijak, sebenarnya biaya mahal pilkada itu bersumber dari apa?
Kalau dikatakan bersumber dari keharusan pembiayaan untuk membeli 'perahu' ataupun memborong dukungan partai, hal itu bukan penyakit karena pilkada langsung.
Itu lahir dari 'joroknya' kualitas proses kandidasi dan gagalnya penegakan hukum mengejar pelakunya. Padahal, larangan beli perahu sudah ada, tetapi tetap ramai dilakukan, tapi nyaris tak pernah ditegakkan
. Artinya, problemnya bukan di pilkada-nya, tetapi kegagalan membangun secara baik tata kelola penyelenggaraan kepemiluan.
Begitu pun membeli dukungan rakyat yang katanya menghendaki diberikan suap pemilu. Ini pun harus diperiksa secara logis, karena andai semua kandidat menolak memberikan suap pemilihan, toh tak akan ada proses suap terjadi.
Ingat, suap itu respirokal, akan ada yang disuap jika ada penyuap. Bertepuk sebelah tangan itu mustahil terjadi.
Maka, mustahil membangun logika yang menyalahkan publik yang bisa disuap, tanpa menampar partai politik dan peserta pemilihan yang juga gemar memberi suap. Tak pandai menari bukan berarti dapat menyalahkan lantai yang terjungkit.
Poinnya ialah tak ada riset memadai yang langsung bisa menghubungkan pilkada dengan proses korupsinya secara langsung. Bahwa ada kepala daerah yang korupsi setelah terpilih dengan mengatakan untuk mengembalikan ongkos yang sudah keluar, memang benar ada.
Tapi tak pernah diperiksa apakah ongkos yang ia keluarkan benar-benar karena sistem pilkada atau karena 'gairah personal' mau terpilih dan menggunakan bermacam cara dan uang yang ada untuk bisa terpilih. Tentu saja tak bisa dikatakan itu hasil dari pilkada semata.
Bahkan ada riset yang membandingkan pemilihan langsung dan tak langsung, yang memperlihatkan bahwa pemilihan tak langsung juga punya peluang korupsi dan biaya yang besar.
Riset yang dilakukan Rimawan Pradiptyo dkk (2014), dengan menggunakan pendekatan game theory, menjelaskan bahwa pilkada tidak langsung bahkan menciptakan dampak lebih buruk daripada pilkada langsung.
Tak ada jaminan biaya yang dikeluarkan kandidat lebih murah. Adapun hal yang pasti sudah ada ialah 'biaya' yang harus ditanggung oleh pemilih, yakni khususnya ongkos potensi 'kongkalikong' antara kepala daerah dan DPRD.
MEDAN Nasib sial menimpa seorang driver ojek online (Ojol) di Medan Petisah, Kota Medan. Sepeda motornya raib digondol pencuri ketika ia
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PSMS Medan resmi menambah dua gelandang baru ke dalam skuadnya, sekaligus melepas tiga pemain yang minim kesempatan bermain. Langk
OLAHRAGA
MEDAN Dua pria diamankan polisi setelah kedapatan mencuri besi dan pelat aluminium di gudang milik warga Kota Medan. Aksi keduanya terun
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota DPR RI nonaktif Ahmad Sahroni mengungkapkan detikdetik penyerangan dan penjarahan rumahnya pada akhir Agustus 2025 saat
HUKUM DAN KRIMINAL
PEKANBARU Aksi jambret yang menimpa seorang anak di Pekanbaru, Riau, berakhir setelah pelaku berhasil ditangkap polisi. Kejadian ini men
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Pemerintah Aceh berhasil mencatatkan prestasi strategis di tingkat nasional. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Apar
PEMERINTAHAN
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan di Jalan Gatot Subrot
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria yang diduga mencuri sepeda motor ditangkap warga di Kelurahan Padang Bulan, Medan, Senin (12/1). Aksi tangkap basah i
HUKUM DAN KRIMINAL
GROBOGAN Sebanyak 803 warga di Kabupaten Grobogan diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Dugaan sementa
KESEHATAN
TEHERAN Puluhan ribu warga Iran memadati jalanan ibu kota Teheran pada Senin (12/1/2026) dalam aksi propemerintah, sebagai respons atas
INTERNASIONAL